Berita » Komoditas Kabi di Open House Serealia 2011

maros5

Dari sisi prioritas, komoditas kabi diposisikan setelah padi dan jagung.  Walaupun demikian, di mana saja, kapan saja, aneka tanaman kacang dan umbi selalu digelar, tidak hanya di Open House Padi, pada Open House Serealia di Balitsereal 3 – 4 Oktober 2011, tanaman kabi juga dipamerkan. Inovasi Teknologi mendukung Swasembada Jagung dan Diversifikasi Pangan; menjadi tema Open House Serealia 2011.  Dukungan Balitkabi tidak hanya gelar varietas di lapang, juga pada pamerannya. Kepala Balitkabi; bersama dengan peneliti lain: Prof. Dr. Marwoto; M. Anwari MS; Fachrur Rozy MS, dan teknisi Ir. Cipto Prahoro, Sugiono, Sagitarius berpartisipasi pada open house tersebut. Partisipasi Balitkabi dengan mengekspose aneka tanaman kacang, beralasan, karena Sulsel juga sentra kacang-kacangan.  Open house diawali tanam perdana jagung oleh Menteri Pertanian, Dr. Suswono, Senin (3/10) pagi. Balitkabi memamerkan aneka varietas kacang dan umbi, buku deskripsi varietas unggul kacang-kacangan dan umbi-umbian, buku teknologi produksi kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar, leafleat Bio-Lec, leafleat Trichol-8, leafleat SlNPV, sejumlah publikasi yang diharapkan mampu menambah penge­tahuan pengunjung. Antusias pengunjung pameran di stand Balitkabi cukup banyak. Pernyataan pengunjung adalah sekitar: Apakah ubijalar dapat ditanam di Maros, pertanyaan Camat Maros, yang tertarik melihat aneka olahan ubi jalar. Dua staf pengajar Univ Muslim Makassar (UMI) juga berdiskusi dengan Kepala Balai, tentang prospek pengembangan aneka kacang dan diseminasi yang dilakukan Balitkabi.  Kepala Balitkabi langsung menyerahkan semua publikasi yang ada kepada staf pengajar UMI.  Pengunjung lain, Pak Anton, penangkar benih asal Provinsi Sulawesi Tengah yang tertarik pada varietas kacang hijau Vima-1. ”Harga kacang hijau di daerah saya per kilonya sampai Rp20.000”, tutur Pak Anton sembari mengamati benih Vima-1 di tangannya. Menurut pak Anton Vima-1 potensial dikembangkan di daerahnya. Untuk meyakinkan keragu-raguan Pak Anton, diajak Pak Cipto Prahoro, SP untuk melihat keragaan tanamam kacang hijau varietas Vima-1 yang ada di lapangan; yang memang mampu tumbuh optimal. Tak hanya Pak Anton, BPSB, BBI, dan instansi lain sangat berminat dengan beragam varietas aneka kacang dan umbi yang dipamerkan Balitkabi.

Pak Cipto (berbatik merah) menjelaskan Vima-1 di lapang

Gelar kabi di Stand Balitkabi

Antusiasme pengunjung

Sagit/Win