Berita » KOMODITAS KABI DI MPPI

mppi_2

MPPI, Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia, barangkali belum banyak yang tahu. MPPI memang baru terbentuk tahun 2003. MPPI merupakan komunitas yang mewadahi para pemerhati, ilmuwan, pengusaha, dan pengguna benih dan bibit. Pada tanggal 10–13 Oktober 2011, MPPI menyelenggarakan Munas II, di Padepokan Pencak Silat TMII. Bersamaan munas digelar aneka kegiatan: tanam pohon, pameran, dan pemberian penghargaan (award). Munas yang bertemakan “Menjadi Tuan di Negeri Sendiri”, dihadiri oleh Menteri Pertanian dan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Mentan mengajak kita lebih memperhatikan bidang perbenihan. Bahwa pangan merupakan urusan penting di pertanian, dan benih menjadi penentu keberhasilan budidaya pertanian. Usaha perbenihan masih terbuka lebar dan menguntungkan, sebagai misal kebutuhan benih kedelai nasional sebanyak 73 ribu ton baru terpenuhi 50% saja. “Usaha perbenihan masih perlu digerakkan, perlu kita ubah usaha perbenihan yang dulunya high risk dan low profile “ ajak Pak Suswono.

Pada acara puncak Munas II MPPI, dianugerahkan Award kepada breeder, penangkar benih, pengusaha benih, dan pelestari plasmanutfah. Dr. M. Muchlish Adie, yang kini menjadi Kepala Balitkabi, menjadi salah satu penerima Award tersebut, karena jasa beliau sebagai pemulia kedelai. Beliau telah menghasilkan lebih dari 20 varietas kedelai.  Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, didampingi oleh Menteri Pertanian dan Ketua MPPI, Dr.Ir. M. Jafar Hafsah.

Pada acara tersebut, Balitkabi berpartisipasi dan memamerkan aneka kacang dan umbi.  Benih varietas kedelai, kacang tanah dan kacang hijau digelar, bahkan aneka umbi-umbian potensial seperti garut, ganyong, talas, yang mungkin banyak terlupakan, juga dipamerkan. Umbi-umbian potensial tersebut merupakan hasil dari tanaman yang ada di Rumah Pangan Lestari (RPL) di kompleks perkantoran Balitkabi.

Pak Fadel Muhamad, Menteri Perikanan dan Kelautan, tertarik dengan aneka varietas yang dipamerkan. ”Berapa potensi hasilnya?” tanya beliau kepada Pak Muchlish, saat mendampingi kunjungannya di stand Pameran Badan Litbang Pertanian. Pak Menteri juga bertanya varietas kacang hijau Vima-1. Pak Muchlish menjaelaskan bahwa Vima-1 merupakan varietas kacang hijau paling anyar, dan memiliki keunggulan masak serempak. Disampaikan pula oleh Ka Balitkabi tersbut, bahwa kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, ubijalar, tumbuh optimal di area gelar teknologi HPS di Gorontalo, yang akan berlangsung minggu depan.

Selamat Pak Muchlish, semoga menjadi pemacu bagi peneliti lain.

Pemberian MPPI Award 2011