Berita » Konsep 12-3-7: Pelestari Lingkungan dan Produksi

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah sentra produksi kedelai di Jawa Timur dengan konstribusi sekitar 24% terhadap produksi kedelai di Jawa Timur. Rata-rata produksi kedelai di beberapa sentra produksi di Banyuwangi mencapai 1.9 t/ha. Areal tanam kedelai di Banyuwangi juga relatif stabil dari tahun ke tahun.Dalam rangka mendiseminasikan varietas unggul kedelai dan pengolahannya, Balitkabi melakukan Gelar Teknologi Kedelai di KP Genteng, 7 Oktober 2014. Menurut Bapak Sunaryo, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyuwangi, konsep 12-3-7 mampu menjadi mempertahankan produktivitas padi dan sekaligus kedelai. Konsep 12-3-7 diartikan sebagai susunan pola tanam setahun padi (yang ditanam awal musim hujan, sekitar Desember), dilanjutkan dengan kedelai (pada musim kemarau I, sekitar Maret) dan diakhiri dengan padi pada musim kemarau II (sekitar Juli). Ditegaskan juga dari pengalaman sekian tahun menjadi penyuluh dan aparat Dinas Pertanian, polatanam padi – kedelai – padi lebih baik daripada padi – padi – padi, baik dari sisi produkvitas lahan, produksi padi dan kedelai, maupun kualitas lingkungan.
Bapak Sunaryo (berseragam) pada Gelar Varietas di KP Genteng.Hasil observasi yan dilakukan oleh peneliti Balitkabi (Abdullah Taufiq, MS) di lahan pasangsurut Jambi dan Riau juga mendapatkan hasil serupa. Kedelai tidak hanya mampu sebagai pembenah tanah tetapi juga berpeluang sebagai pemutus siklus hama/penyakit pada padi. Tanah adalah warisan berharga, pengalaman Bpk Sunaryo perlu disimak dan diaplikasikan agar kita dan anak cucu kita dapat berdaulat pangan.

MMA/AW