Berita » Konsolidasi dan Pemantapan Peran Forum Komunikasi Profesor Riset Kementerian Pertanian

erupsi1

Upaya peningkatan produksi tanaman pangan diperlukan penambahan areal baru. Kepemilikan lahan petani sekarang dirasakan sangat sempit sehingga sulit untuk meningkatkan produksi dari lahannya. Selain itu konversi lahan dari pertanian ke non pertanian mencapai 100.000 ha per tahun. Oleh karena itu, perluasan areal perlu di programkan. Hingga saat ini telah teridentifikasi lahan terlantar 7,2 juta ha, potensi lahan untuk pertanian 4,8 juta ha, namun lahan yang siap untuk di tanami hanya seluas 13.000 ha. Demikian sambutan Menteri Pertanian dalam acara Workshop dan sarasehan II Form Komunikasi Profesor Kementerian Pertanian. Selanjutnya Bapak Menteri Pertanian berpesan agar para Profesor Riset untuk terus berupaya menciptakan inovasi teknologi yang harus di kembangkan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam kata sambutannya mengatakan bahwa beranjak dari pengalaman selama 3 tahun terakhir, keberadaan FKPR di lingkup Kementerian Pertanian sudah banyak melakukan berbagai kegiatan dan menghasilkan berbagai produk dan pemikiran melalui Policy Brief yang banyak digunakan oleh para pengambil keputusan dilingkup Badan Litbang Pertanian, dan Kementerian Pertanian. Workshop diselenggarakan di Cipayung pada tanggal 20–22 Februari 2014, diikuti 140 orang yang terdiri dari Pengurus Harian dan tim pakar khusus FKPR, seluruh profesor riset aktif, Profesor Riset Purnabhakti. Adapun tujuan dari workshop ini adalah 1) mengkomunikasikan capaian kegiatan FKPR 2013 dan program kerja 2014, 2) memfasilitasi terjadinya dialog yang konstruktif terhadap berbagai issue strategis saat ini, terutama terkait dengan pertanian bio-industri serta international trade, 3) memfasilitasi terselenggaranya pemaparan tentang riset inovatif, produktif, serta rencana riil untuk menindak lanjuti, 4) memfasilitasi urun rembuk tentang optimalisasi peran FKPR dalam bentuk Policy Brief dan buku tematik. Hadir dalam workshop pembicara tamu adalah: Prof. Dr. Syarifudin Baharsyah, mantan Menteri Pertanian dengan pokok bahasan “Berani Membalik Arus”, Dr. Erwidodo dengan pokok bahasan Aturan WTO, Kemandirian dan Ketahanan Pangan. Dr. Robert Manurung dari ITB membahas Konsep Bioindustri/Bioenergi dalam SIPP 2013–2045 . Pada kesempatan ini Prof. Dr. Suyamto sebagai ketua tim Balitbangtan melaporkan hasil kajian erupsi Gunung Kelud yang di lakukan oleh tim: BPTP Jawa Timur, Balitkabi, Balittas, Balitjestro dan Lolit Sapi Potong di hadapan Bapak Menteri Pertanian, Kepala Badan Litbang Pertanian dan peserta workshop FKPR. Workshop ini dihadiri oleh 6 orang Profesor Riset utusan dari Balitkabi Malang.

Gambar 1. Bapak Menteri Pertanian dan Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono memberikan sambutan dalam Workshop FKPR II.

Gambar 2. Bapak Menteri Pertanian didampingi Kepala Balitbangtan dan Prof. Dr. Kusumo pada acara dialog interaktif dengan peserta workshop FKPR.

Gambar 3. Prof. Dr. Suyamto melaporkan hasil kajian erupsi gunung Kelud dan gambar kerusakan akibat erupsi Gunung Kelud.

Mw/EY