Berita » Koordinasi Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan

34maret

Rapat Koordinasi Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Padi, Jagung, dan Kedelai dilaksanakan di Aula Puslitbangtan pada tanggal 3−4 Maret 2016. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendukung upaya menuju kedaulatan pangan. Rapat diikuti oleh 70 peserta terdiri Kepala BPTP dan penanggung jawab KMB BPTP, dan peneliti/penyuluh BPTP dari 26 provinsi penghasil padi, jagung, dan kedelai. Sekolah Lapang Model Kawasan Mandiri Benih (SL-MKMB) padi mencakup 24 provinsi, jagung 8 provinsi, dan kedelai 8 provinsi.

Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian menggarisbawahi mandat Badan Litbang yaitu menghasilkan inovasi (berbeda dengan Perguruan Tinggi yang hanya melakukan riset, atau BPPT yang melakukan riset dan inovasi). Dengan demikian litbang harus berbasis output. Dalam kasus padi, sudah banyak VUB yang dilepas, tetapi hanya sedikit yang ditanam petani. Sebaiknya seleksi galur-galur yang akan dilepas melibatkan masyarakat pengguna. Disamping itu mapping VUB spesifik lokasi perlu dibuat sesuai agroekosistem. Terobosan atau lompatan untuk mengembangkan inovasi di masyarakat harus segera dicari dan disesuaikan dengan kearifan lokal. Contoh: TTP tidak harus menggunakan teknologi Badan Litbang, tetapi TSP harus diisi oleh teknologi Badan Litbang. Terkait dengan Desa Mandiri Benih, tujuan dari kegiatan ini adalah menggandakan benih secara cepat, bukan komersial. Hasil dari dem-farm padi, jagung, kedelai harus digunakan untuk benih sebar.

Adopsi VUB spesifik lokasi lambat dan benih yang diminati petani tidak tersedia. Oleh karena itu SL-DMB bertujuan untuk mempercepat adopsi VUB spesifik lokasi dan memproduksi benih VUB yang diminati secara mandiri. Nawa Cita dari Jokowi-JK menyatakan bahwa 1000 Desa Mandiri Benih akan dikembangkan oleh Ditjentan untuk Indonesia berdaulat benih. Badan litbang Pertanian menginisiasi model Desa Mandiri Benih untuk mewujudkan kedaulatan benih (Permentan 50/2012) dalam kawasan. Model Sistem Perbenihan Berbasis Masyarakat ini dikembangkan agar pemulia berinteraksi langsung dengan calon penangkar benih atau petani. Melalui Jaringan Balit-BPTP, Model DMB akan mendorong penangkar/petani mampu memproduksi benih varietas yang disukai. Design Desa Mandiri Benih 10 ha/unit dan mendapat bantuan fasilitas produksi benih. Pedum SL-MB 2016 sudah disusun.

Paparan dari Balitkabi disampaikan oleh Prof. Dr. Marwoto yang didamping Dr. Novita Nugrahaeni dalam Workshop ini mengupas tentang kebutuhan kedelai nasional saat ini mencapai 2,2 juta ton per tahun, sedangkan produksi nasional baru mencapai 0,85 juta ton. Kekurangan produksi sekitar 1,37 juta ton dipenuhi dari impor. Walaupun produktivitas kedelai nasional mengalami peningkatan, namun karena luas areal yang tidak meningkat pesat maka produksi nasional peningkatannya tidak terlalu besar. Oleh karena itu perlu perluasan areal tanam ke lahan sub optimal (pemanfaatan lahan hutan dan perkebunan, perluasan areal di lahan kering dan kering masam, perluasan areal di lahan pasang surut). Ketersediaan benih sumber kedelai di Balitkabi pada Maret 2016 tidak terlalu banyak, kecuali varietas Gema, sedang pada bulan April/Mei 2016 persediaan benih BS dan FS cukup banyak. Dalam rangka memperkuat sumber daya manusia yang mumpuni untuk produksi benih kedelai, maka akhir bulan Maret 2016 akan di laksanakan Training of Trainers (TOT) benih kedelai di Balitkabi yang pesertanya dari 8 Provinsi. Ruang lingkup kegiatan TOT meliputi peningkatan kemampuan petugas UPBS di BPTP, petugas lapangan, dan produsen atau calon produsen benih kedelai. Peserta berasal dari 8 provinsi (Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sultra, Sulsel, Jambi, dan Lampung) yang meliputi petugas UPBS BPTP, petugas lapangan, dan produsen atau calon produsen benih kedelai, dan pengawas benih.


Arahan Kepala Badan Litbang Pertanian pada Workshop SL-MKMB.

MWT