Berita » Koordinasi Pendampingan SLPTT Padi, Jagung, dan Kedelai

1-pendampingansl-2

Rapat koordinasi antara pendamping BPTP dengan pendamping dari Balai Penelitian dipimpin oleh Kepala Puslitbangtan Dr. Hasil Sembiring, didampingi oleh Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Kasdi di Aula Puslitbangtan dilaksanakan pada 31 Agustus 2012. Rapat bertujuan mengevaluasi kemajuan pelaksanaan pendampingan SLPTT padi, jagung dan kedelai tahun 2012, dan persiapan pelaksanaan pendampingan SLPTT padi, jagung dan kedelai tahun 2013.  Peserta rapat terdiri dari para kepala Balai Balit dan BPTP, kordinator pendamping SLPTT padi, jagung dan kedelai dari Balit dan BPTP berjumlah 120 orang.

Kepala Puslitbangtan Dr. Hasil sembiring dalam sambutan pembukaan mengingatkan tugas pendamping Balit dan pendamping SLPTT BPTP. Pendamping SLPTT Balit mengemban tugas:  a) Menyediakan benih sumber padi, jagung, dan kedelai untuk uji adaptasi dan demfarm PTT di Laboratorium Lapang;  b) Menjadi narasumber teknologi padi, jagung, dan kedelai pada pelatihan PL-1 di provinsi; c) Melakukan supervisi penerapan teknologi melalui kunjungan lapang, d) Memberikan saran pemecahan masalah pengamanan produksi. Sedang tugas pendamping dari peneliti/penyuluh BPTP adalah:  a) Penugasan peneliti/penyuluh pendamping, b) Penyediaan benih untuk Demfarm VUB (3-5 ha) dan uji adaptasi VUB, c) Temu lapang, d) Nara sumber pelatihan, dan e) Materi diseminasi/penyuluhan (PTT/SL-PTT kedelai, masalah lapang hama/penyakit/ hara, pemupukan kedelai spesifik lokasi.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tugas yang dibebankan kepada pendampingan Balit kepada pendamping SLPTT BPTP, hingga Agustus 2012 sudah mencapai di atas 70%. Diharapkan pada akhir anggaran dan musim tanam padi, jagung, dan kedelai pada bulan November semua program pendampingan dapat diselesaikan.  Balitkabi mampu menyediakan benih dan mendistribusikan benih kedelai sesuai permintaan namun perlu evaluasi permintaan yang lebih cermat agar tidak ada penumpukan benih yang tidak terambil. Penyediaan materi penyuluhan juga terditribusikan dengan baik. Balitkabi menerjunkan pendamping 10 orang peneliti sesuai dengan perencanaan. Peneliti yang sudah ke lapangan sebanyak 80%, karena sebagian lokasi baru tanam. Untuk pemecahan masalah spesifik lokasi telah dilakukan lokakarya dengan mengundang peneliti/pendamping BPTP ke Balitkabi pada 20-21 Juni 2012. Lokakarya bertujuan menyusun teknologi spesifik lokasi dan pemecahan masalah spesifik lokasi. Peneliti sebagai nara sumber PTT kedelai telah berperan aktif di tingkat provinsi sentra kedelai maupun Dirjentan.  Dalam rangka meningkatkan bekal PTT bagi peneliti pendamping, Balitkabi telah mengadakan lokakarya  pendampingan pada akhir tahun 2011.

Kepala Puslitbangtan dan Kepala BBP2TP pada evaluasi Kegiatan Pendampingan SLPTT.


Peserta rapat kordinasi evaluasi pendampingan SLPTT 2012 dan rencana 2013.