Berita » Koordinasi Stabilitas Harga Kedelai dan Pertemuan Teknologi Aneka Kacang dan Umbi

Dalam rangka koordinasi, integrasi dan sinergisme antar lembaga, instansi dan stakeholder yang terkait dengan pengembangan tanaman aneka kacang dan umbi, yang diselenggarakan oleh Dirjen Tanaman Pangan, di Bandung (22-24/10), Balitkabi, yang diwakili oleh Prof. Dr. Arief Harsono, menyampaikan makalah “Inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi aneka kacang dan umbi”. Lima hal yang disampaikan makalah tersebut adalah: (1) Peran dan perkembangan aneka kacang dan umbi, (2) Perakitan inovasi teknologi adaptif dan berdaya saing, (3) Penyebaran hasil inovasi teknologi, (4) Kebijakan implementasi inovasi teknologi yang akan datang, serta (5) Hambatan dan permasalahan penerapan inovasi teknologi.

Dalam paparannya, Prof. Arief juga menyampaikan bahwa untuk dapat menjawab berbagai isu pembangunan pertanian di masa datang, di antaranya yang berupa: perubahan iklim global, tuntutan mutu dan keamanan pangan, pasar global, persaingan sumberdaya lahan dan air, dan sumber energi fosil yang akan segera habis. Pembangunan pertanian termasuk komoditas aneka kacang dan umbi harus berorientasi pada pertanian bioindustri berwawasan wilayah. Disampaikan pula bahwa peran tanaman aneka kacang dan umbi untuk mendukung pembangunan pertanian bioindustri cukup strategis. Untuk itu daya saing usahatani tanaman aneka kacang dan umbi harus ditingkatkan, implemantasi inovasi teknologinya bersifat spesifik lokasi, dan diintegrasikan dengan komoditas lain untuk membangun kawasan pertanian bioindustri.


Masalah utama yang mengemuka dalam diskusi, di antaranya adalah harga kedelai di lapangan yang sangat rendah dan beragam, yakni berkisar antara Rp3500 hingga Rp6500 bergantung daerahnya. Hal itu menyebabkan petani enggan menanam kedelai, dan masalah tersebut dibahas dalam pertemuan ini. Pertemuan bertajuk “Pertemuan Koordinasi dan Sosialialisasi Program Stabiltasi Harga Kedelai dan Pertemuan Teknologi dengan Stakeholder Komoditas Aneka Kacang dan Umbi“ ini dibuka oleh Plt Direktur Jentral Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Budidaya Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Pertemuan diikuti 150 peserta Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten di Indonesia yang menangani Aneka Kacang dan Umbi, serta para pemangku kebijakan dan stakeholder. Sebagai nara sumber di antaranya adalah Badan Litbang Pertanian (Balitkabi dan Puslittanak), Direktur Bukabi, Dirjen Perdagangan, Dirjen Perindustrian, Bulog, IPB dan PT Agri Mandiri Lestari.

Prof Arif H./AW