Berita » Kebun Percobaan Menopang Diseminasi Litbang

Balitkabi yang mengelola lima Kebun Percobaan (KP), terus memperkuat peran KP. KP tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan penelitian dan sumber PNBP, namun juga perlu mengaktualisasikannya menjadi salah satu saluran diseminasi hasil-hasil penelitian. Untuk itu dilakukan openhouse di KP Ngale.

Dengan tetap mengusung tema “Penguatan KP Ngale sebagai saluran informasi teknologi dan perbenihan kacang-kacangan dan umbi-umbian”, 1 September dilakukan gelar teknologi di KP Ngale. Peragaan di lapang seluas 26 ha, terdiri dari 16 varietas kedelai; 11 calon varietas kedelai; enam varietas kacang hijau, empat calon varietas kacang hijau, enam varietas kacang tunggak serta produksi benih kedelai dan kacang hijau. Di samping itu juga diperagakan berbagai penelitian dan gelar varietas ubikayu.

Openhouse yang dihadiri oleh 170 penyuluh dan petani, serta kepala Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ngawi, Kepala Balitkabi beserta peneliti; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, KPH Perhutani Ngawi dan perangkat Kecamatan Paron dan Desa Ngale, diawali dengan kunjungan lapang dan dipandu oleh Gatut Wahyu MP. Peragaan aneka varietas sangat penting, karena ternyata hampir semua petani belum mengenal varietas Badan Litbang Pertanian terkini.  Bahkan pada saat ditunjukkan beragam varietas kedelai hitam, petani terkesan dengan varietas kedelai hitam Detam 2, yang memang lebih baik keragaannya dibandingkan varietas kedelai hitam lainnya.  Petani juga mengharapkan agar calon varietas kedelai berumur genjah dan berukuran biji besar bisa segera dilepas, karena kondisi Ngawi yang cukup kering, sangat mengharapkan tersedianya varietas tersebut, apalagi di Ngawi juga banyak pengrajin kripik tempe yang memang mengharapkan adanya varietas kedelai yang berukuran biji besar. Beragam pertanyaan disampaikan oleh peserta openhouse saat temu wicara yang dipandu oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Ngawi, dari masalah penggunaan insektisida yang harganya mahal, mengatasi hama boleng pada ubijalar; lahan berkapur varietas ubikayu yang sesuai, termasuk yang tidak ketinggalan adalah agar harga kedelai yang diterima petani tetap tinggi dan menguntungkan bagi petani.

Openhouse juga diperkuat dengan diversifikasi, dengan tema “Sosialisasi teknologi pengolahan aneka kacang dan umbi mendukung diversifikasi pangan”. Sosialisasi diikuti oleh 40 peserta terdiri Pokja III PKK Kab Ngawi, Dharma Wanita SKPD Kab Ngawi, Penggerak PKK Kec Paron, Persit Candra Kirana dan Dharma Pertiwi. Selain diperagakan berbagai produk olahan aneka kacang dan umbi, peserta sosialisasi yang didampingi oleh peneliti Balikabi, diajak peserta langsung praktik 7 resep produk olahan yaitu susu kedelai, martabak manis ubijalar, onde-onde ubijalar, es krim ubijalar, cassava blanca ubikayu, mie mbote (talas), dan brownies ubikayu. Peserta sangat terkesan dengan sosialisasi produk olahan karena memang baru pertama kali mengetahui dan kenal dengan aneka produk olahan tersebut. Sebelum sosialisasi berakhir, diserahkan sertifikat sosialisasi kepada para peserta. Kepala Balitkabi berharap agar ibu-ibu menjadi pelopor diversifikasi pangan, dan memilih produk terbaik untuk usaha rumah tangga.

 

Suasana openhouse penguatan KP Ngale dihadiri pejabat pertanian dan kehutanan Kab Ngawi, para petani,
dan ibu-ibu Dharma dan Wanita PKK.


Ibu-ibu Dharma dan Wanita PKK berlatih, praktik dan mencicipi produk olahan dari umbi-umbian dan menerima
sertifikat dari Kepala Balitkabi (atas). Suasana openhouse di lapang (kiri bawah) dan dikskusi di Aula KP Ngale (kanan bawah).