Berita » Kuliah Khusus Mentan untuk Peningkatan Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai

Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Kabupaten Malang, Kamis (26/2/2015). Salah satu yang dikunjungi adalah STPP, Malang untuk memberikan kuliah umum “Upaya Khusus Peningkatan Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai”. Sebelumnya Menteri Pertanian pada pagi hari berkesempatan memberikan arahan/sambutan di sawah desa Ngebruk kecamatan Sumber Pucung di hadapan Bupati, Muspida, kepala SKPD serta para petani pada acara panen raya dan tanam padi.Pada siang hari acara dilanjutkan dengan kunjungan ke STPP Malang. Peneliti Balitkabi turut hadir mengikuti acara tersebut yaitu Dr. Didik Harnowo (Kepala Balitkabi), Dr. Rudi Iswanto, Dr. Andy Wijanarko dan Ir. Sriwahyuni Indiati, MS. Acara tersebut dihadiri oleh Mahasiswa STPP Malang, Penyuluh, Babinsa dan Peneliti Lingkup Kementan yang terdapat di Jawa Timur. Dalam kuliah umumnya Menteri Pertanian mengemukakan bahwa swasembada sudah berada di ujung kaki sehingga semua instansi dan stakeholder harus bergerak bersama-sama untuk mencapai swasembada pangan. Beliau memberi contoh bahwa diharapkan penyuluh pertanian lebih bekerja keras lagi yaitu dengan melakukan kunjungan dan memberikan arahan ke kelompok tani minimal 25 kelompok tani tiap harinya. Pada kesempatan ini pula, Ketua STPP Malang Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si menyampaikan bahwa STPP mendukung sepenuhnya agenda swasembada pangan dengan menerjunkan 543 tenaga penyuluh di lokasi UPSUS yang tersebar di Jawa Timur.

Swasembada pangan dapat tercapai jika didukung dengan insan-insan yang unggul yaitu insane yang bersifat jujur, disiplin, berintegritas, berkarakter, pekerja keras, dan tak kalah penting adalah selalu berdoa. Lebih lanjut Menteri Pertanian mengemukakan upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada pangan adalah pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, penggunaan mekanisasi pertanian, ketersediaan pupuk dan benih unggul, pompa air, dan alat pasca panen lainnya. Mekanisasi pertanian perlu dilakukan karena jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian semakin menurun, salah satu mesin pertanian yang unggul dan merupakan hasil karya anak bangsa (BB Mektan) adalah Rice Transplanter.Dikemukakan oleh Mentan bahwa sebagai salah satu langkah awal untuk mempercepat swasembada pangan adalah dengan menghentikan impor beras, jagung, kedelai, dan cabe, yang mana pada tiga bulan terakhir kita masih impor, dan saat ini saatnya untuk mempercepat dan meningkatkan produksi dalam negeri. Dengan kebersamaan antara TNI, insan pertanian dan kampus yang sudah dipersenjatai dengan berbagai peralatan mekanisasi pertanian, mudah-mudahan swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Rudi/Winajarko