Berita » Kunjungan Kerja Menteri Pertanian di Jawa Tengah

1-jatengm-4

Dalam rangka pelaksanaan pengembangan Pengelolaan Tanaman Terpadu  kedelai tahun 2012 dan isu kekeringan yang melanda Jawa Tengah, Menteri Pertanian melaksanakan kunjungan kerja, yang diikuti rombongan terdiri dari Dirjen Tanaman Pangan, para Direktur Lingkup Dirjen Tanaman Pangan, staf ahli menteri dan Kepala Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Puslitbangtan Dr Hasil Sembiring dan peneliti kedelai Prof. Dr. Marwoto Balitkabi Malang.  Kunjungan dilaksanakan pada 6-7 Sepetember 2012 untuk meninjau hamparan tanaman kedelai 200 ha di Desa Banjar Reja, Kecamatan Kuarasan Kabupaten Kebumen; dilanjutkan dengan  dialog interaktif Menteri Pertanian dengan Kelompok tani se-kab Kebumen.

Mengawali dialog interaktif Pak Menteri menjelaskan  bahwa akibat kekeringan di Amerika Serikat maka pasokan kedelai di Indonesia terbatas dan menyebabkan harga kedelai meningkat menjadi sekitar Rp7.000 hingga Rp8.000 dibanding sebelumnya Rp5.000. Harga yang cukup tinggi merupakan suatu kesempatan yang baik bagi petani untuk menanam dan meningkatkan produksi kedelai. Hamparan tanaman kedelai dengan varietas Anjasmoro menunjukkan pertumbuhan optimal dan diperkirakan hasilnya mencapai 2 t/ha. Menteri Pertanian menegaskan bahwa dengan menerapkan teknik budidaya kedelai yang benar, hasilnya seperti yang kita lihat tanaman tumbuh dengan optimal dan hasilnya Insya Allah akan meningkat.  Kecukupan kedelai hanya akan bisa dipenuhi dengan perluasan areal. “Kita masih impor sekitar 60% dari kebutuhan kedelai di Indonesia yang mencapai 2,3 juta ton, dan ini tidak boleh dibiarkan, kita harus berusaha untuk mengurangi impor”, tutur beliau. Dialog interaktif antara Menteri Pertanian dengan Kelompok Tani se-Kabupaten Kebumen dipandu oleh Bupati Kebumen. Permasalahan yang dikhawatirkan petani adalah mekanisme pasar yang berlaku, saat panen raya kedelai harga kedelai merosot. Untuk kekhawatiran ini, Menteri Pertanian memberikan jawaban bahwa nanti Bulog akan berperan dalam stabilisasi harga kedelai dan ketersediaan kedelai. Diskusi selanjutnya masalah yang dikeluhkan petani adalah perbaikan saluran irigasi dan permohonan penambahan penyuluh pertanian dan peternakan.

Usai dialog, rombongan Pak Menteri melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Purbalingga meninjau sumur dangkal untuk pengairan. Kegagalan panen akibat kekeringan sebenarnya bisa dihindari apabila pola tanamnya diubah menjadi padi-padi-palawija. Di Banjarnegara beliau mengunjungi lahan kedelai, peternakan, dan industri tahu tempe. Pengrajin tahu tempe mengeluh harga kedelai yang mahal. Para pengrajin mengusulkan adanya kebijakan agar harga kedelai naik tapi tidak terlalu mahal, sehingga petani pun tetap mendapatkan untung yang layak. Kunjungan diakhiri di Wonosobo dengan obyek perbaikan saluran irigasi.

Menteri Pertanian memberikan pengarahan di lahan kedelai di dampingi Bupati Kebumen, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian di damping Kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Tengah mengujungi sumur dangkal di Kabupaten Purbalinggo.

Menteri Pertanian di dampingi Dirjen Tanaman Pangan, dan Bupati Banjarnegara dalam pertemuan dengan petani, peternak, pengrajin tahu tempe di Kecamatan Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Menteri Pertanian menijau saluran irigasi dan singgah di gubug di Kabupaten Banjarnegara.