Berita » ACIAR-Balitkabi Diskusikan Proyek Penelitian Ubi Kayu

Menindaklanjuti rencana program kerja sama penelitian ubi kayu antara CIAT (Centro International de Agricultura Tropical) dengan Indonesia (Balitbangtan) dan Vietnam yang didanai oleh ACIAR (Australian Center for International Agricultural Research) mengenai “Developing value-chain linkages to enhance the adoption of profitable and sustainable cassava production systems in Vietnam and Indonesia”, pada tanggal 15 Maret 2015, Ibu Mira Nuryati selaku manajer “Stakeholder Relationship” ACIAR di Indonesia berkunjung ke Balitkabi.

Dalam kesempatan ini Ibu Mira diterima oleh Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo, beserta Prof. Dr. Nasir Saleh, Ir. Ruly Krisdiana, MP dan Dr. Kartika Noerwijati. Kerja sama penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan produksi petani kecil ubi kayu di Vietnam dan Indonesia dengan mengembangkan hubungan yang efektif antar pelaku untuk meningkatkan adopsi teknologi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka kegiatan ini berusaha untuk

  1. Menilai peluang dan hambatan produksi petani kecil dan pemasaran ubi kayu pada agro-ekonomi yang berbeda, terutama akses ke pelayanan penyuluhan
  2. Meningkatkan adopsi produksi ubi kayu dan teknologi pengolahan dengan memperkuat hubungan antar pelaku utama (petani, pedagang, pengolah) dan dengan pelaku pendukung (peneliti, instansi pemerintah), dan
  3. Mengembangkan rekomendasi kebijakan dan memfasilitasi dialog tentang peluang pengembangan industri ubi kayu dan perbaikan kehidupan pedesaan melalui peningkatan agribisnis.
Ibu Mira Nuryati (kedua dari kanan) mendiskusikan rencana kerja sama penelitian.

Ibu Mira Nuryati (kedua dari kanan) mendiskusikan rencana kerja sama penelitian.

Ibu Mira menyampaikan mengenai rencana jadwal kegiatan, pendanaan, dan persiapan ijin penelitian bagi peneliti asing yang terlibat dalam kegiatan ini. Disampaikan pula bahwa dalam proyek ini juga terdapat program “capacity building”, yaitu tawaran untuk studi S2 dan S3 serta “short course” selama 6 minggu yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2016.

Kesempatan tersebut terbuka untuk para peneliti muda untuk meningkatkan kemampuan dan wawasannya. Dr. Didik Harnowo mengemukakan harapan bahwa semoga dari kegiatan ini kita dapat mengikuti sampai sejauh mana varietas dan teknologi produksi ubi kayu yang dirakit oleh Balitkabi diadopsi serta dikembangkan oleh petani. Ibu Mira juga menyampaikan harapannya, harus ada komunikasi yang intensif agar penelitian ini dapat berjalan dengan baik.

NS/KN