Berita » Kunjungan Supervisor PUI dari Kementerian Riset dan Teknologi

Dalam rangka menindaklanjuti pembinaan institusi peraih pusat unggulan iptek (PUI), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Bidang Kompetensi Kelembagaan melakukan supervisi ke Balitkabi. Tim supervisi Kemenristek tersebut terdiri dari empat orang yaitu Dr. Yudo baskoro dan Dr. Eny Suci R (supervisor intern Bidang Kompetensi Kelembagaan Kemenristek), Dr. Masrizal dari instansi Badan Tenaga Atom Nuklir (BATAN), serta Dr. Sudrajat dari Universitas Padjajaran (UNPAD).

Tim supervisi disambut oleh Plh. Kepala Balai Dr. Muchlish Adie, para Pejabat Teras Balitkabi, dan anggota tim PUI di ruang seminar 1. Acara supervisi dilaksanakan selama dua hari yaitu hari Rabu dan Kamis tanggal 22–23 April 2015.

Supervisi hari pertama, Tim Kemenristek bermaksud ingin mengetahui sudah sejauh mana kegiatan Balitkabi dalam tiga bulan pertama di tahun 2015. Apakah terjadi perubahan signifikan pada para karyawan setelah mendapat sertifikat PUI. Tim supervisi juga ingin mengetahui apa kekurangan dan hambatan yang dialami Balitkabi sehingga dapat dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Tim Kemenristek sedang menyampaikan maksud dan tujuan supervisi Dalam sambutannya, Dr. Muchlish Adie menyampaikan progress yang telah dilakukan dalam tiga bulan pertama. Dalam bidang akademis, Balitkabi telah menghasilkan banyak makalah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, sedangkan dalam bidang pemanfaatan hasil riset, Balitkabi telah menyebarluaskan benih varietas unggul hampir ke seluruh provinsi di Indonesia.

Beberapa jenis kerja sama baik nasional maupun internasional juga telah dilakukan seperti dengan ACIAR, ARISA Australia, CIAT Vietnam, dan beberapa pemerintah kabupaten maupun provinsi di Indonesia. Hampir semua capaian telah memenuhi target yang dijanjikan selama tiga bulan pertama di tahun 2015.

28-4-15(2)

Dalam pemaparan kekurangan dan hambatan, Dr. Muchlish Adie menyatakan bahwa hampir semua peneliti menjadi ujung tombak kegiatan non penelitian sehingga pelaksanaan penelitian menjadi kurang fokus. Pembinaan peneliti muda juga kurang intensif sehingga dikhawatirkan akan terjadi gap kinerja Balitkabi karena beberapa tahun ke depan banyak peneliti senior menjalani masa purna tugas.

Kemampuan komunikasi bahasa inggris juga menjadi masalah berikutnya yang harus segera ditindaklanjuti agar aktivitas kerja sama internasional dapat semakin ditingkatkan. Dalam pemaparan solusi, Tim Kemenristek menyatakan bahwa mereka akan berusaha membantu meningkatkan kinerja Balitkabi baik dengan peningkatan kegiatan penelitian, penyebaran hasil penelitian, maupun peningkatan kemampuan peneliti.

Pada hari kedua, supervisi diisi dengan kunjungan ke berbagai unit kegiatan Balitkabi mulai dari laboratorium penelitian, kebun percobaan, hingga kegiatan di unit pengelola benih sumber. Berdasarkan hasil supervisi selama dua hari, Tim Kemenristek menyampaikan saran diantaranya Balitkabi harus menanamkan kembali sikap kebanggaan sebagai Pusat Unggulan Iptek sehingga akan memotifasi peningkatan kinerja, memperkuat kembali penataan sistem kelembagaan, percepatan akreditasi beberapa bidang seperti KNAPP, penajaman kegiatan penelitian dan pengembangan, penguatan diseminasi, dan sistem informasi.

Sutrisno/KN