Berita » Kunker Biro Perencanaan Kementan di Balitkabi

Pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2016 Balitkabi menerima kunjungan kerja Dr. Kasdi Subagyono selaku Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian beserta seluruh staf sejumlah sekitar 110 orang. Tujuan kunker ini adalah dalam rangka peningkatan kapasitas staf Biro Perencanaan Sekjen Kementerian Pertanian.

Dalam kesempatan ini Bapak Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo berkenan untuk memberi sambutan kedatangan tamu tersebut.

Dalam sambutannya Dr. Didik menyampaikan bahwa Balitkabi merupakan lembaga penelitian pertama di Balitbangtan yang berhasil meraih anugerah PUI Akabi dari Kemenristek Dikti pada tahun 2015.

Selain melaksanakan kegiatan penelitian, Balitkabi juga memiliki UPBS yang merupakan kebanggaan Balitbangtan dan Kementan, karena dari UPBS ini didistribusikan benih sumber varietas Akabi ke seluruh Indonesia, dan yang tidak kalah penting adalah pengelolaan plasma nutfah.

Plasma nutfah tidak boleh punah dan memerlukan biaya yang tidak sedikit dalam pemeliharaan aksesi plasma nutfah.

1-8-16

Dr. Kasdi dalam sambutannya menyampaikan, staf Biro Perencanaan memiliki acuan atau pengalaman dari suatu lembaga penelitian dalam merancang penelitiannya. Staf diajak untuk melihat fakta di lapang seperti apa.

Mencermati satu komoditas yang hingga saat ini pesimis mencapai swasembada yaitu kedelai, meskipun sebenarnya dari potensi yang dimiliki sangat memungkinkan untuk mencapai peningkatan produksi. Ada varietas kedelai yang memiliki potensi hasil hingga 4 t/ha.

Balitbangtan juga memiliki varietas kedelai yang sesuai dengan kondisi lingkungan, seperti kedelai tahan naungan, tahan terhadap kekeringan, tahan pada lahan masam dan sebagainya. Balitkabi sangat luar biasa disamping umurnya sudah cukup lama, juga hasil karyanya luar biasa.

Potensi peningkatan produktivitas kedelai sebenarnya ada, namun kelemahannya adalah pada aspek logistik benih. Dalam konteks pengembangan harus berkolaborasi dengan Dirjen Tanaman Pangan. Balitkabi juga sangat luar biasa dalam mengembangkan pascapanen komoditas akabi, tinggal industrialisasinya dan pangsa pasarnya bagaimana karena pasti luar biasa.

Produk olahan yang disajikan adalah bentuk diversifikasi pangan dimana kita menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian ke depan. Sekarang ini Kementan masih dalam tahap mengejar produksi. Saat ini status ketahanan pangan Indonesia meningkat dari peringkat 76 menjadi peringkat 71.

Salah satu dukungan terbesar adalah ketersediaan (availability) dan pendongkraknya ketersediaan pangan adalah produksi, produksi merupakan fungsi produktivitas. Penentu produktivitas antara lain varietas dan teknologi.

Dr. Kasdi berharap staf biro perencanaan dapat memperoleh data unit cost penelitian, harus ada target lima‒sepuluh tahun ke depan, data perkiraan produksi/produktivitas target ke depan sampai tahun 2045, apakah linier atau tidak.

Menurut perkiraan Dr. Kasdi, target perkiraan produksi tidak akan linier karena adanya hambatan iklim seperti elnino atau lanina. Harapannya semua staf dapat memahami fakta yang ada di lapang. Selamat pada Balitkabi karena telah mencapai perkembangan luar biasa, dalam konteks hasil inovasi teknologi, termasuk kreativitas inovasi pascapanen dan disarankan untuk mengarah pada industrialisasi dan patennya.

Harapannya peneliti dan perekayasa yang memiliki produk ada peningkatan pendapatan.

KN