Berita » “Lada Perdu” Profesor Riset

ladaTempa hati, tempa pikir tak akan pernah berhenti bagi seorang peneliti cendekia demi memajukan negara. Badan Litbang Pertanian telah mengukuhkan Muhammad Syakir sebagai Profesor Riset di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor (Senin, 15/10/2018). Peneliti kelahiran Watampone – Sulawesi Selatan 60 tahun silam ini sangat getol menekuni bidang penelitian terutama tanaman perkebunan. Upaya untuk memajukan bidang pertanian terus dilakukan melalui inovasi teknologi yang memiliki spektrum luas agar dapat dirasakan dampaknya bagi masyarakat khususnya petani. Sebagai nahkoda kapal yang bernama Badan Litbang Pertanian M. Syakir terus melajukan inovasi teknologi dengan menggerakkan mesin peneliti dengan lompatan ide pikir yang ilmiah. Melalui orasi “Inovasi Teknologi Budidaya Lada Perdu Mendukung Peningkatan Produksi dan Daya Saing Lada Nasional“ tersirat pesan sekaligus tantangan dalam pengembangan Lada di masa depan. Sebagai bentuk implementasi dibutuhkan dukungan inovasi berbagai komponen teknologi perbenihan, pengelolaan hara hingga teknologi panen dan pasca panen. Tidak kalah pentingnya adalah kebijakan proteksi harga, karena fluktuasi harga akan sangat berpengaruh pada sistem pengelolaan dan produksi lada termasuk lada perdu.

lada1
Sementara itu dalam sambutannya Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman menegaskan, “lompatan penelitian litbang sangat membanggakan, dengan banyaknya inovasi akan membawa pula pada royalti dan saya yakin akan lahir konglomerat dari pertanian”. Kita tidak bisa maju tanpa teknologi, pembagian bibit gratis akan mendorong terbangunnya pertanian yang handal. Seluruh air hujan jangan dibiarkan mengalir ke lautan sebelum termanfaatkan oleh rakyat Indonesia untuk pertanian. Paceklik adalah masa lalu sekarang sudah ada solusi untuk mengatasinya.

Semoga keberadaan sang Profesor Lada Perdu dapat menjawab tantangan ke depan khususnya tanaman perkebunan.

BSK