Berita » Lahan Kering Bekas Semak Belukar pun Sukses Ditanami Kedelai

a_ntt_1

“Ternyata saya bisa menanam kedelai di lahan kering yang sebelumnya ditumbuhi semak belukar” kata Kamandanu petani di lahan kering Desa Pemokong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Varietas Anjasmoro yang benihnya berasal dari Badan Litbang Pertanian, yang ditanam tanpa olah tanah, disemprot dengan Herbisida, pada jarak tanam 40 x 20 cm, dengan pupuk cair, ternyata tumbuh baik dan siap dipanen.

Kamandanu, petani kedelai lahan kering di Desa Pemokong dan Hamparan tanaman kedelai


Penanggung jawab Demplot BPTP Ir. H. Nor Inggah melaporkan bahwa hasil ubinan kedelai varietas Anjasmoro antara 1,3–1,87 t/ha dan diperkirakan hasil kedelai seluas 5 ha mampu menghasilkan 6–7 ton calon benih. “Hasil kedelai ini lebih tinggi dari rata-rata produktivitas di Lombok Timur yang hanya mencapai 1 t/ha”, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Lombok Timur.

Benih kedelai ini merupakan bantuan Menteri Pertanian saat pencanangan tanam kedelai Nasional di Kabupaten Aceh Timur pada Desember 2012 lalu. Provinsi NTB menerima benih bantuan sebanyak 2 ton, yang dialokasikan di Kabupaten Bima 1 ton, Kabupaten Sumbawa 750 ton, dan di Kabupaten Lombok Timur 250 kg. Benih kedelai untuk Lombok Timur yang di alokasikan di Desa Pemokong, Kecamatan Jeruwaru, Kabupaten Lombok Timur ditanam di lahan kering seluas 5 ha, yang ditanam pada akhir Januari 2013. Pada 2 Mei 2014 diadakan panen perdana dan temu lapang yang dihadiri 250 orang petani, penyuluh, pemuka masyarakat, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Lombok Timur, Kepala BPTP NTB, Kepala BBI NTB, SKPD Lombok Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran, dari Badan Litbang Pertanian diawakili Prof. Dr. Marwoto dan Ir. Anwari MS wakil Direktur UPBS Balitkabi.

Panen kedelai bersama masyarakat desa Pemokong, Jerowaru, Lombok Timur.


Dr. Dwi Praptomo dalam kata sambutan bahwa BPTP sebagai Institusi Badan Litbang Pertanian di daerah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan NTB wajib mengawal dan pendampingan teknologi dalam pelaksanaan tanam sampai menghasilkan benih. Keberhasilan produksi kedelai ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas, BPTP, PT Bina Guna Kimia FMC dan kelompok tani. Prof. Dr. Marwoto peneliti Balitkabi mengatakan bahwa lahan kering dan kondisi iklim yang mempunyai bulan basah 3 -4 bulan di Provinsi NTB sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman kedelai, maka kondisi ini sangat mendukung proses produksi benih kedelai melalui system Jabalsim. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Lombok Timur mendukung produksi benih kedelai dilakukan secara mandiri, hasil produksi benih kedelai ini akan dipersiapkan untuk pengembangan kedelai melalui SLPTT di Lombok Timur.

Tuan Guru H Lalu Hamdani pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran juga sebagai Ketua Kelompok Tani Demi Kawan siap untuk menjadi penangkar dan mohon bimbingan Dinas Pertanian dan BPTP NTB. Keberhasilan pak Kamandanu menanam kedelai, menginspirasi kelompok tani.

Prof. Dr. Marwoto, Kepala BBI Palawija NTB, Amir Hamsyah dari FMC dan Dr. Dwi Pratomo Kepala BPTP NTB dan peserta temu lapang.