Berita » Lebih Dekat dengan Singkong Gajah

Pada tanggal 9 September 2016 telah dilakukan yield cut survey di Desa Cokromenggalan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, untuk melihat singkong Gajah dari dekat. Kebetulan Bapak Purnomo, seorang petani di Cokromenggalan sedang panen singkong Gajah tersebut.

Singkong Gajah begitu populer di banyak tempat di Indonesia. Penemu singkong Gajah adalah Prof. Ristono, seorang Guru Besar ahli matematika, di Fakultas MIPA Universitas Mulawarman Kalimantan Timur. Singkong Gajah belum secara resmi dilepas oleh Kementerian Pertanian, namun sudah diminati banyak petani karena hasilnya yang tinggi (puluhan bahkan ratusan ton/ha). Dengan didampingi Bapak Agung Yuswantoro (Staf Dinas Ketahanan Pangan Ponorogo) dan PPL Bapak Joesoef Soegiharto, Prof. Sudaryono dan Urip Sembodo (Peneliti dan Teknisi Balitkabi) berkesempatan melakukan wawancara singkat, menyaksikan dan melakukan pengamatan sederhana terhadap tanaman dan hasil singkong Gajah di lahan Bapak Purnomo.

Teknik budidaya singkong Gajah yang dilakukan Bapak Purnomo meliputi: (1) Penyiapan lahan dengan guludan, (2) Jarak antar guludan sekitar 150 cm, lebar bawah dan tinggi guludan sekitar 75−90 cm dan 50−60 cm, (3) Jarak tanam ubikayu dalam barisan 90−100 cm (populasi sekitar 6.250 tanaman/ha), (4) Pemupukan dua kali yaitu: Pupuk I pada umur 0−10 hst : ZA + Phonska + pupuk kandang, masing-masing 350 + 350 + 3500 kg/ha dan Pupuk II pada umur 3 bulan: Phonska sebanyak 350 kg/ha, (5) umur panen sekitar 8 bulan.

Pengamatan di lapangan menunjukkan tanaman singkong Gajah memiliki tinggi rata-rata 4,53 m. Produktivitas singkong Gajah umur sekitar 8 bulan di lahan Bapak Purnomo antara 45,99–63,56 ton/ha, dengan jumlah umbi besar antara 11−12 umbi/pohon dan umbi kecil 2−4 umbi/pohon. Diameter umbi bagian tengah antara 60,15–62,63 mm, dengan panjang umbi antara 32,2–35,6 cm. Indeks panen singkong Gajah antara 49,20−49,94%. Produksi biomas segar berkisar 48,19−61,31 ton/ha.

Secara teknis dan ilmiah perlu dikaji (diteliti) lebih lanjut maksimalisasi produktivitas atau hasil singkong Gajah dengan rakitan teknologi budidaya singkong yang inovatif dan pada beragam agroekosistem. Dengan demikian dapat diketahui daya adaptabilitas singkong Gajah dan produktivitas maksimumnya.

berita_9-2-2017-a

Foto bersama pemilik Singkong Gajah (dari kiri ke kanan Bpk. Joesoef, Prof. Sudaryono, Bpk. Purnomo, dan Bpk. Agung) (foto kiri), petani menggunakan pengungkit untuk panen singkong Gajah (foto kanan)

Singkong Gajah (foto kiri) dan Pengungkit untuk alat bantu panen (pencabut) singkong (foto kanan)

Singkong Gajah (foto kiri) dan Pengungkit untuk alat bantu panen (pencabut) singkong (foto kanan)

 

Sdryn