Berita » Legitnya Tape Singkong Adira 1 dari Desa Kranggan

Tape dari varietas Adira 1

Tape dari varietas Adira 1

Desa Kranggan yang ada di wilayah Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang merupakan salah satu penghasil tape singkong, selain Desa Banjarsari. Pembuat tape yang berhasil ditemui adalah Bapak Sardi yang telah membuat tape sejak tahun 1980-an. Bukan tanpa alasan menemui Sardi, karena tape buatannya memiliki kualitas yang lebih bagus dibanding pengrajin tape lainnya. Banyak usaha sampingan yang sudah dilakukan oleh Sardi, namun yang bertahan hingga saat ini adalah membuat tape. “Usaha tape ini sangat berkah menghidupi keluarga, untuk anak dan cucu”, kata Sardi. Sehingga tidak salah bila Dr. Yuliantoro Baliadi pernah mengatakan bahwa ubi kayu adalah Usaha Berkah Illahi (UBI), Keluarga Adalah Yang Utama (KAYU), pada acara FGD ubi kayu di Pematang Siantar, Sumatera Utara bulan November 2018 yang lalu.

“Tiap hari saya menghabiskan bahan baku 40 – 50 kg dengan harga singkong segar Rp. 1.500. Dan ini akan meningkat jika bulan Ramadhan”, kata Sardi. Hari-hari biasa tape yang terjual sekitar 150-200 kemasan, namun bila Ramadhan bisa mencapai 300 kemasan dengan harga per kemasan Rp. 2500 dengan berat sekitar 300 g. Tape buatan Sardi hanya dijual ke pasar Belimbing, berangkat jam 2 pagi, jam 5 sudah habis terjual. “Salah satu pelanggan saya adalah Wali Kota Batu”, lanjut Sardi dengan bangga.

Menurut Sardi, jenis singkong yang digunakan sebagai bahan baku adalah Bokor Kuning. Pemasok bahan baku singkong dari petani di Desa Kranggan sendiri atau dari sekitarnya. Berdasarkan observasi di lahan tanggal 27 Maret 2021 oleh Kartika Noerwijati dan Sri Wahyuningsih, peneliti singkong Balitkabi, singkong yang disebut Bokor Kuning tersebut adalah singkong varietas Adira 1, yang dilepas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 1978.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tape singkong memiliki B/C ratio 1,73, artinya layak diusahakan dan menguntungkan. Di saat harga singkong segar rendah, harga tape tidak ikut hancur. Inilah mengapa Sesbalitbangtan, Dr. Haris Syahbuddin, DEA., mengatakan bahwa salah satu upaya mengatasi rendahnya harga singkong adalah dengan membuatnya menjadi produk olahan. Membuat tape merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan dan telah terbukti mendatangkan keuntungan.

KN/SW

tape1 tape2
Varietas ubikayu Adira 1 (kiri) dan Sardi sedang mengemas tape buatannya (kanan)