Berita » Lesson learn from IRRI: Rice is Life

Dr. Zes menyampaikan paparan overview dan recent project IRRI.

Dr. Zes menyampaikan paparan overview dan recent project IRRI.

Pada salah satu kesempatan pre-conference field trip dalam rangka mengikuti 6th Sustainable Agriculture, Food and Renewable Energi (SAFE) 2018 di Manila, Filipina, pada 19-20 Oktober 2018 peserta conference diajak mengunjungi Head Quarter of Institut Rice Research Institute (IRRI) di Los Banos. Kunjungan diawali dengan sambutan selamat datang oleh perwakilan IRRI, Dr. Casiana Vera Cruz, ahli patologi tanaman yang saat ini menjadi konsultan IRRI. Selaniutnya, pemaparan mengenai IRRI overview dan rice project yang sedang dikerjakan oleh IRRI disampaikan oleh Dr. Cecilia S. Acuin, human nutrition expert dan senior scientist di IRRI.

Pada bagian overview tentang IRRI disampaikan tentang peran padi secara global, produsen dan importir padi dunia, termasuk sejarah IRRI yang didirikan pada tahun 1960 oleh Ford&Rockfeller Foundation dan Pemerintah Filipina. IRRI merupakan konsorsium dari CGIAR (Consortium of International Agricultural Research). IRRI terdapat di 16 negara di dunia dengan 1000 staf dari 36 nationality. Sebagai NGO, IRRI memiliki otonomi dan bersifat independen dalam melakukan kerjasama penelitian dengan negara yang memang menghendaki joint-research dengan IRRI yang diatur dalam MoA.

Dr. Zes sapaan akrab Dr. Cecilia S. Aquino mencontohkan partnership yang terbentuk antara IRRI dengan Kementerian Pertanian Filipina sejak 2012 sampai saat ini adalah dalam pengembangan heirloom rice atau varietas padi tradisional yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun yang pernah ditumbuhkan oleh petani lokal di Filipina secara turun-temurun dengan indigenous technologi. Heirloom rice dikembangkan bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan kalori dari beras pada saat dikonsumsi, tapi mendapatkan healthier rice yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia melalui keunggulan nutrisi yang terkandung pada setiap varietas heirloom rice atau menekankan pada functional food seperti high vitamin E, Zn, dan Fe.

Salah satu varietas heirloom rice yang sedang diteliti oleh IRRI adalah Cordillera yang berasal dari Cordillera administration regional di bagian utara Pulau Luzon. Cordillera merupakan salah satu varietas lokal golden rice di Filipina yang tinggi kandungan Vitamin E. Golden rice telah memenuhi standar keamanan pangan pada tiga global leading regulatory agency di USA, Canada, and New Zealand. Selain itu, ada juga beras hitam varietas Ominio yang tinggi Fe dan Zn. Saat ini, on-going research untuk heirloom rice varieties masih di tahap penelitian rumah kaca dan sedang menunggu legal approval untuk dapat dikembangkan di lahan-lahan petani. Dan untuk membangun kembali awareness petani dan masyarakat tentang manfaat varietas beras tradisional, IRRI juga mengembangkan berbagai resep produk olahan (pangan dan non-pangan) berbahan dasar heirloom rice.

Pengembangan heirloom rice ini tidak hanya sebatas pada mempertahankan warisan varietas, meningkatkan produktivitas, dan menggali keunggulan varietas melawan cekaman biotik, namun IRRI juga mengembangkan sampai ke pemasaran. Karena sebagian besar kepemilikan lahan petani di Filipina sempit, produksi beras tradisional yang sangat minim sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemasaran yang tidak berkesinambungan masih menjadi masalah. Oleh karena itu, IRRI berusaha menjembatani dengan membentuk kelompok/organisasi petani kooperator sehingga dapat menyamakan persepsi dan membuat kesepakatan agar petani mau menanam varietas yang sama, cara produksi yang sama termasuk pengemasan dan pelabelan yang sama agar dapat memenuhi sustainable market. IRRI juga bekerjasama dengan pihak lain untuk membuka pasar bagi heirloom rice termasuk menjaga harganya di pasaran lokal dan internasional.

Di akhir acara, perwakilan panitia dari 6th SAFE 2018 menyampaikan harapan bahwa SAFE Network yang lingkupnya saat ini sudah Asia Pasifik dapat menjalin kolaborasi penelitian dengan IRRI. Dr. Casiana menyambut baik hal tersebut. Sebagai penutup, konsultan IRRI ini mengingatkan kepada peserta conference bahwa Rice is Life. Padi adalah hidup. Padi bukan sekedar untuk keperluan konsumsi (Rice is food), tapi padi juga adalah budaya (Rice is culture), sumber penghidupan (Rice is livelihood), dan berfungsi mempertahankan lingkungan (Rice is enviroment).

Peserta 6th SAFE yang mengikuti field trip ke IRRI Los Banos (kiri) dan Penulis dengan beberapa varietas heirloom rice yang dikembangkan IRRI (kanan).

Peserta 6th SAFE yang mengikuti field trip ke IRRI Los Banos (kiri) dan Penulis dengan beberapa varietas heirloom rice yang dikembangkan IRRI (kanan).

DAAE