Berita ยป Litbang Perkuat Kemandirian Produksi Benih Kedelai di NTB

Prov Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakankonstributor produksi kedelai nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Badan Litbang Pertanian memperkuatnya dengan memberikan bantuan benih dasar kedelai pada tahun 2011/2012 sebanyak 2 ton, diserahkan Menteri Pertanian saat pencangan Gerakan Tanam Kedelai Nasional di Kabupaten Aceh Timur pada Desember lalu. Bantuan benih ke Provinsi NTB telah ditanam dan menghasilkan benih sumber di Kabupaten Bima, Sumbawa, Lombok Timur, dan Lombok Tengah. Ketersediaan benih sumber berperan nyata dalam pengembangan kedelai di NTB. BPTP NTB bersama dengan Balitkabi terus memperkuat produksi benih kedelai di NTB sebagai tindak lanjut bantuan di Aceh. Pada musim tanam Juli – Oktober telah ditanam seluas 19 ha yang tersebar di Kabupaten Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat, termasuk juga yang dilakukan di Kelompok Tani Panutan di Desa Sukerare, Jonggat, Lombok Tengah, dengan menggunakan varietas Argomulyo seluas 2 ha. Produksi benih varietas Argomulyo dilakukan dihamparan pengembangan kedelai seluas 600 ha. Berdasarkan perhitungan dari pertanaman kedelai yang berasal dari benih dasar seluas 19 ha, akan menghasilkan benih pokok sebanyak 19 ton, Dari benih pokok 19 t akan ditanam kembali di lahan kering pada Muisim Penghujan seluas 380 ha, dan akan menghasilkan minimal 380 ton benih sebar di Provinsi NTB. Panen raya kedelai di hamparan milik kelompok tani Panutan, dilakukan oleh Menteri Pertanian, 29 September 2013, bersama Gubernur NTB, Dirjen Tanaman Pangan dan Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, dan Bupati Lombok Tengah. Ikut menyaksikan panen raya adalah utusan Kementerian Perdagangan, Kesra, dan BULOG. Keragaan Varietas Argomulyo cukup bagus walaupun terkendala oleh keterbatasan air irigasi, diperkirakan hasil bijinya dapat mencapai 2.10 t/ha. Bupati Lombok Tengah menyampaikan bahwa sentra kedelai di NTB berada di Lombok Tengah. Permasalahan utama pengembangan kedelai di Lombok Tengah adalah belum ada jaminan harga kedelai, yang selalu murah pada musim panen raya. Senada juga disampaikan oleh Gubernur NTB, bahwa NTB siap menjadi pelopor swasembada kedelai 2014, asalkan pemerintah pusat memiliki kesungguhan dan program nyata untuk peningkatan produksi kedelai. Saat musim panen raya kedelai, harga kedelai selalu murah, bahkan jatuh. Dengan ditetapkan harga kedelai Rp 7.000,- dan akan dibeli oleh BULOG dapat merangsang petani untuk menanam kedelai kembali. Menteri Pertanian menyampaikan bahwa kedelai sekarang menjadi pembicaraan yang serius di media cetak maupun elektronik. Tahun 1992 luas areal kedelai mencapai 1.6 juta ha dan harga kedelai saat iu adalah 1,5 harga beras. Kemarin, harga kedelai dunia memang naik dan kurs rupiah turun, itulah yang menyebabkan harga kedelai naik. Mentan mengajak petani dan insan pertanian untuk terus berikhtiar meningkatkan produktivitas kedelai, termasuk pemacuan produksi kedelai di NTB. Mentan menanyakan, mengapa pertanaman kedelai di NTB terlihat belum teratur, tidak sebaik yang ada di petak demfarm ini? Untuk itu penyuluh diminta sering-sering bertemu petani. Petani diminta untuk mencontoh pengembangan produksi kedelai yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian. Pada acara panen raya, Badan Litbang Pertanian, juga mengambil peran penting dalam membangun kemandirian benih kedelai melalui sistem Jalur Benih Antar-Lapang Antar-Musim (JABALSIM) di NTB dengan memberikan bantuan Benih Penjenis (BS/Breeder Seed) sebanyak 1 ton. Bantuan benih diserahkan oleh Menteri Pertanian kepada Gubernur NTB. Bantuan benih sumber akan memperkuat produksi benih yang akan dilakukan pada musim hujan 2013/2014 untuk memenuhi kebutuhan benih pada MK1 dan MK2 sebagai benih sebar untuk tahun 2014. Penanam kedelai benih kelas BS 1 ton akan ditanam pada lahan seluas 20 ha dan diharapkan menghasilkan 20 ton benih dasar (FS). Hasil benih 20 ton benih dasar (FS) akan ditanam pada lahan 400 ha dan diprediksi menghasilkan 400 ton benih pokok (SS). Benih pokok 400 ton akan ditanam di lahan seluas 8000 ha dan diupayakan menghasilkan benih sebar (ES) 8000 ton. Apabila alur produksi benih lancar dari benih penjenis (BS) sampai (ES) melalui system JABALSIM maka kemandirian benih sebar akan bisa terpenuhi di Provinsi NTB. Target areal pengembangan kedelai tahun 2014 seluas 100.000 ha, dan benih yang dibutuhakan sebanyak 5.000 ton. Badan Litbang Pertanian melalui BPTP NTB dan Balitkabi akan mengawal dan memberikan pendampingan terhadap pengembangan produksi benih di NTB. Semoga sukses.
Menteri Pertanian di damping Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, Dirjen TP dan Ka Puslitbangtan mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian dalam panen raya kedelai di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah
Penyerahan bantuan benih penjenis (BS) dari Badan Litbang Pertanian yang diserahkan Menteri Pertanian kepada Gubernur NTB.
Marwoto/AW