Berita » LOKAKARYA HARA KALIUM PADA KEDELAI

ngawi_3-200

Ketidakcukupan hara kalium ditengarai mengakibatkan rendahnya produktivitas kedelai di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, yang merupakan provinsi konstri­butor tertinggi terhadap produksi kedelai nasional. Mengurai permasalahan terhadap unsur kalium pada kedelai, International Potash Institute (IPI) yang berkantor pusat di Baumgärtlistrasse 17 Horgen Switzerland bekerjasama dengan Balitkabi, melakukan kajian dan pemahaman perilaku kalium dan memberikan pembelajaran terhadap petani penanam kedelai.

Kerjasama penelitian dirancang selama tiga tahun. Penelitian pupuk kalium pada kedelai tahun pertama (MK2 2011) telah dilakukan di lahan sawah berpola padi – padi – kedelai di tiga lokasi, di Kabupaten Madiun dan Ngawi. Sentra kedelai di bagian barat Jatim yang berlokasi di Ngawi, Madiun, dan Ponorogo, memang terkendala masalah kalium. Bahkan petani kedelai pada sepuluh tahun yang lalu, menggunakan terminolgi penyakit kuning pada kedelai, untuk menunjukkan gejala kuning pada daun sebagai akibat kekurangan K pada tanaman kedelai.

Lokakarya ”Pengelolaan Kalium pada Tanaman Kedelai di Lahan Sawah dengan Pola Tanam Padi—Padi—Kedelai” bertempat di Convention Hall Notosuman Ngawi, 8 September 2011, dihadiri sekitar 50 Petani, Penyuluh, Diperta dari Ponorogo, Madiun, dan Ngawi. Tujuan lokakarya adalah mengomunikasikan peran penting dan kebutuhan hara K; serta menggali praktik-praktik dan pengeta­huan petani akan hara K. Dimulai dengan ucapan selamat datang oleh Kepala Balitkabi, Kepala Diperta Ngawi, dan Koordinator IPI Filipina, Malaysia, Indonesia, lokakarya dibuka secara resmi oleh Kepala Diperta Ngawi.

Selain Dr. Balad, dari IPI, beberapa peneliti IPI, Balitkabi (Dr. AA Rahmiana; Prof. Dr. Subandi), dan BPTP Jatim (Prof Dr. Suyamto, dan Suwono, MS) juga memaparkan hasil penelitian tentang kalium. Intinya peran kalium pada tanaman cukup penting, termasuk pada kedelai.

Secara umum kalium berperan aktif pada metabolisme tanaman. Paling tidak ada tujuh fungsi Kalium pada tanaman adalah

  1. Berperan pada metabolism
  2. Meningkatkan ketahanan terhadap kerebahan
  3. Meningkatkan ketahanan terhadap hama-penyakit
  4. Meningkatkan ketahanan terhadap situasi embun
  5. Berperan dalam mengatur penyerapan air
  6. Berperan dalam metabolism N
  7. Meningkatkan kualitas tanaman

Peran kalium tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas, berpeluang juga meningkatkan ketahanan terhadap cekaman biotik maupun abiotik, mem­per­panjang daya simpan bahkan meningkatkan kualitas produk.

Beragam pertanyaan disampaikan oleh peserta lokakarya secara antusias. Di antaranya bagaimana efektivitas pemupukan kalium melalui daun; pupuk KCl tidak tersedia dan mahal bagaimana menggantinya dengan pupuk majemuk; pada pH tinggi diindikasikan kalium tersedia artinya apakah kahat kalium dapat diganti dengan dolomit; di Madiun terdapat varietas kedelai yang oleh petani diberi nama Varietas Pahit apakah pospek dikembangkan dan sebagainya. Bahkan juga ditanyakan apakah pemberian pupuk kalium saat padi berumur 60 hst, dapat dianjurkan. Semua pertanyaan dijawab oleh seluruh narasumber secara gamblang dan mudah diterima oleh peserta lokakarya.

Dr. Ballad juga memberikan tip menguji pupuk kalium; yang selama ini marak pupuk KCl palsu. Ternyata kepalsuan pupuk tidak hanya terjadi di Indonesia, juga dialami oleh petani di Vietnam. Sebagai akibat harga pupuk KCl yang mahal. Tip menguji keaslian pupuk KCl cukup mudah, ambil segenggam pupuk KCl masukkan ke wadah yang diberi air, dikocok, jika terdapat bagian yang tidak larut maka pupuk tersebut adalah palsu atau dicampur dengan bahan lain. Pupuk KCl seharusnya mudah larut.

Sebelum lokakarya dimulai, Dr. Ballad, didampingi oleh Kepala Balitkabi, Prof. Subandi dan Prof. Suyamto, mengunjungi pertanaman kedelai petani, dan sempat berdiskusi dengan petani penanam kedelai. Sejak lokakarya dibuka hingga penutupan peserta lokakarya serius dan tekun mengikutinya. Keseriusan dan antusiasme peserta lokakarya patut diacungi jempol. Dan yang pasti Dr. Ballad, puas dan juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan lokakarya. Semoga petani khususnya penyuluh, lebih memahami lagi peran dan fungsi pupuk kalium untuk kedelai, sehingga produksi kedelai di Jatim dapat terangkat. Amin ……

 

 

Berdiskusi dengan petani penanam kedelai di Madiun