Berita » Lomba Cipta Menu Berbasis Sumberdaya Lokal Meriahkan HPS 39 di Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur memberi penghargaan kepada kepala daerah kabupaten/kota dan pemenang lomba cipta menu dalam rangka HPS ke-39 se Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur memberi penghargaan kepada kepala daerah kabupaten/kota dan pemenang lomba cipta menu dalam rangka HPS ke-39 se Jawa Timur

Puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 19-20 Nopember di Jatim Expo, Surabaya dengan thema “Melalui Inovasi Teknologi Pertanian dan Pangan, Kita Wujudkan Nawa Bhakti Setya untuk Jawa Timur Maju Sejahtera”. Acara ini dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri oleh sekitar 700 orang, termasuk beberapa kepala daerah kab/kota di Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, Wakapolda Jawa Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kab/kota se Jawa Timur, peserta lomba dan undangan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Ir. Hadi Sulistyo, M.Si selaku penyelenggara menyatakan bahwa peringatan HPS ini mendukung tema HPS internasional, yakni Our food is our future dan cita-cita nasional Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045. “Sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka peran pangan menjadi sangat penting, oleh karena itu semua stake holder harus turut ambil bagian di dalamnya”, lanjut Hadi.

Gubernur Jawa Timur menyatakan konsumsi pangan dan asupan gizi memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting di Jawa Timur diharapkan tidak hanya dimulai masa kehamilan, tetapi dari usia remaja. Salah satunya adalah dengan mengajarkan di sekolah-sekolah menanam dan mengkonsumsi bayam merah sebagai sumber zat besi (Fe). Dalam kaitannya dengan industri 4.0, industri makanan dan minuman menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi di Indonesia. Untuk itu Gubernur menekankan pentingnya penguatan dan pendampingan industri olahan pangan di Jawa Timur melalui kemitraan strategis dengan balai besar kementerian dan perguruan tinggi (lembaga riset) untuk meningkatkan teknologi pangan olahan berbasis pertanian, perikanan, dan perkebunan. “Jawa Timur harus naik tingkat dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan karena potensinya cukup besar untuk itu”, tegas Khofifah. Diharapkan pada peringatan HPS 2020 yang akan datang, ekspose tidak tidak hanya mencakup pangan sumber protein nabati, tetapi juga protein hewani.

Pada kesempatan ini juga dibagikan satu telur ayam untuk semua hadirin sebagai simbolik komitmen untuk melindungi peternak telur di Jawa Timur dan meningkatkan hasil 3,8 milyar butir telur yang sudah dihasilkan. Beberapa kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi terhadap ketahanan dan kemandirian pangan juga mendapatkan penghargaan, antara lain pengembangan inovasi pangan lokal (Kabupaten Madiun dan Sidoarjo), diversifikasi pangan (Kabupaten Malang dan Sampang), ketahanan pangan (Kabupaten Mojokerto, Tulungagung dan Pasuruan), pemanfaatan cadangan pangan pemerintah (Kota Batu), Pemanfaatan lahan marginal (Kabupaten Tuban), dan pengelolaan pertanian ramah lingkungan (Kabupaten Ponorogo)

Untuk memeriahkan acara HPS juga digelar lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), yang diikuti oleh 34 peserta. Menu yang ditampilkan adalah makanan non-beras dan non-terigu dan minuman dalam bentuk lunch box dan produk yang sudah dikemas dan siap dipasarkan (klaster serealia dan umbi-umbian). Peneliti Pascapanen Balitkabi, Rahmi Yulifianti, S.TP, menjadi salah seorang juri dalam lomba tersebut dengan kriteria keseimbangan B2SA, citarasa, kreativitas pengolahan dan penyajian, nilai komersial, kemasan, inovasi dan potensi pemasaran. Secara umum peserta sangat antusias menampilkan produknya masing-masing dan cukup baik dari segi kreasi, penampilan dan penyajiannya. Sebagai juara pertama untuk lomba cipta menu berasal Kab.Bangkalan yang berhak untuk mengikuti lomba tahun depan di tingkat nasional mewakili Jawa Timur.

Sementara lomba kreasi dan inovasi teknologi pangan berbasis sumberdaya lokal diikuti oleh 32 stand pameran mewakili kabupaten/kota di Jawa Timur. Masing-masing daerah menampilkan produk unggulannya yang sebagian besar telah diproduksi dan dipasarkan dengan bentuk kemasan yang beragam, bahkan ada yang telah diekspor ke luar negeri. Produk-produk tersebut juga dijual dalam stand pameran tersebut. Penampilan dekor, kesesuian produk yang ditampilkan dengan tema HPS, citarasa, kompetisi harga di pasaran, ketersediaan bahan baku, dan peluang untuk produksi secara komersial merupakan kriteria penilaian dan Ir. Erliana Ginting, M.Sc, peneliti Pascapanen Balitkabi menjadi salah seorang juri dalam lomba ini. Juara pertama diraih oleh Kabupaten Blitar, sedangkan Kabupaten Sumenep sebagai juara kedua. .

Jika melihat penampilan produk yang disajikan dalam lomba cipta menu dan produk unggulan masing-masing daerah di Jawa Timur, peluang untuk pengembangan usaha olahan pangan berbasis sumberdaya lokal terbuka lebar. Untuk itu diperlukan komitmen pemerintah daerah untuk mendampingi dan memberi dukungan dari aspek modal dan peralatan, pelatihan, pemasaran, dan persyaratan regulasi untuk dapat bersaing di pasaran. Balitkabi berkontribusi dalam memberi informasi teknologi berbagai olahan berbasis akabi dan bimbingan teknis serta varietas unggul sebagai bahan bakunya.

Presentasi peserta lomba cipta menu B2SA

Presentasi peserta lomba cipta menu B2SA

Peneliti Balitkabi Ir. Erliana Ginting, M.Sc dan Rahmi Yulifianti, S.TP sebagai juri pada lomba cipta menu B2SA dan kreas,inovasi produk unggulan

Peneliti Balitkabi Ir. Erliana Ginting, M.Sc dan Rahmi Yulifianti, S.TP sebagai juri pada lomba cipta menu B2SA dan kreas,inovasi produk unggulan

EG/RY