Berita » Lumbung Pangan di Lahan Perhutani Perlu Dioptimalkan

Kedelai dan kacang tanah tumbuh subur di antara tanaman pokok Perhutani

Di atas kertas, dari ratusan ribu ha lahan Perhutani, memang terdapat sekitar 190.000 ha lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan, karena pertimbangan kemiringan lahan dan umur tanaman jati. Karena potensi tersebut, Badan Litbang Pertanian melalui Balitkabi meramu teknologi budidaya kedelai di kawasan hutan jati, dan telah dikembangkan di hutan jati di KPH Ngawi. Replikasinya di kawasan hutan jati KPH Telawa (Boyolali) dan di areal tanaman kayu putih di Ponorogo di bawah KPH Madiun.

Pola tanam tanaman pangan di bawah tegakan jati di KPH Ngawi, pada musim hujan didominasi oleh tanaman jagung dan sebagian padi gogo, kemudian dilanjutkan dengan beragam tanaman yaitu jagung, kedelai dan kacang tanah. Pada observasi 20 Februari 2012, petani mulai menanam kedelai dan kacang tanah, dengan umur tanaman beragam antara 10–20 hari. Petani tertarik menanam kedelai, khususnya pada awal musim kemarau, tetapi kendalanya adalah harga. Petani merasakan jika ditanami kedelai, tanahnya akan lebih subur. Sebagian petani juga mulai mencoba berusahatani kacang tanah dan memang pertumbuhan kacang tanah cukup subur.

Kedelai dan kacang tanah tumbuh subur di antara tanaman pokok Perhutani

Di areal peremajaan kayu jati di KPH Ngawi, petani juga mulai menanam kedelai. Secara umum pertumbuhan awal tanaman kedelai cukup baik, daya tumbuh sekitar 90%, petani menggunakan varietas Wilis. Alasan petani menanam kedelai pada awal musim kemarau I (Februari hingga Mei), biayanya lebih murah dibandingkan bertanam jagung dan tidak berisiko jika terjadi kekeringan. Pupuk yang diberikan relatif sangat sedikit, karena tanah relatif subur. Lahan peremajaan tanaman jati berpeluang ditanami kedelai hingga 3–4 tahun mendatang. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional.

Bertanam kacang tanah di areal peremajaan tanaman jati juga mulai dilakukan oleh petani, bahkan ditumpangsarikan dengan ubikayu. Penanaman kacang tanah masih bersifat coba-coba, benih/varietas yang ditanam pun asalan yang diperoleh dari pasar. Melihat pertumbuhan awal yang cukup baik, petani berkeyakinan jika kacang tanah juga memberikan harapan dikembangkan di kawan hutan jati. Petani nampaknya masih memerlukan informasi budidaya tanaman pangan.

MMA/AW