Berita » Mahasiswa IPB Seminarkan Rancangan Split Plot vs AMMI

1-aaaipb_sem

Kelompok Peneliti Plasma Nutfah dan Pemuliaan (Kelti PNP) termasuk Kelti yang rajin mengadakan pertemuan alias rapat. Pada Jumat (22/2), rapatnya justru tampil beda. Pada pertemuan tersebut hadir Suci Anggrayani, Syella Aurellya, dan Tia Pertiwi. Tak hanya hadir, ketiga mahasiswi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang magang di Balitkabi tersebut, justru menjadi pemrasaran statistika terapan untuk pemuliaan, dengan suguhan makalah “Rancangan Split Plot vs AMMI”. Suci Anggrayani dkk menguraikan bahwa rancangan split-plot merupakan bentuk khusus dari rancangan faktorial, di mana kombinasi perlakuan tidak diacak secara sempurna terhadap unit percobaan. Rancangan percobaan menggunakan split-plot jika: (1) ada salah satu faktor yang lebih penting daripada faktor yang lain, (2) adapengembangan dari percobaan yang telah berjalan, dan (3) ada kendala dalam pengacakan di lapangan atau unit percobaan. “Prinsipnya faktor yang ditempatkan pada petak yang ukurannya lebih kecil dilebih-pentingkan dibandingkan dengan petak ukurannya lebih besar”, terangnya.


Sementara itu untuk analisis AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction) adalah suatu teknik analisis data percobaan dua faktor yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh interaksi dan pengaruh utama sekaligus.

Dari paparannya, ketiga mahasiswi jurusan statistika tersebut menegaskan bahwa Rancangan Split Plot dan Analisis AMMI merupakan pengembangan lebih lanjut dari rancangan Faktorial 2 Faktor. Split Plot dilakukan apabila terdapat tingkat kepentingan faktor berbeda. Uji lanjut dilakukan untuk mengetahui taraf yang nyata dari setiap faktor. Analisis AMMI dilakukan apabila interaksi antarfaktor nyata dan peneliti tertarik untuk mengetahui sejauh mana tingkat interaksinya. Dari output AMMI kita bisa melihat rata-rata respons gabungan (pengaruh utama dan interaksi), dan melihat struktur interaksi antara kedua faktor. Selain itu kita juga bisa melihat kestabilan melalui Biplot AMMI.

Balitkabi, memang, tak hanya mengadakan penelitian, namun juga menjadi ladang bagi para mahasiswa, siswa, dan tamu lain yang berkunjung untuk menimba ilmu atau mendapatkan informasi, khususnya inovasi kacang-kacangan dan umbi-umbian. Bentuk penimbaan ilmu atau informasinya pun beragam: (1) Praktik Kerja Lapang (PKL) atau Praktik Kerja Industri, (2) Magang, (3) Kunjungan, bahkan juga (4) Pelatihan. Balitkabi sebagaimana dipesankan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian harus melayani para tamunya secara baik.

Sagit/Farida/AW