Berita » Making Integrated Pest Management Work in to Practice

Alfi Inayati, S.P., M.P. pada tanggal 25 Juli 2016 dalam forum seminar internal Balitkabi menyampaikan pengalaman mengikuti pelatihan selama 3 minggu di Netherland dengan judul “Making Integrated Pest Management Work in to Practice”.

Pada kesempatan ini narasumber menyampaikan bahwa pelatihan diselenggarakan oleh Centre for Development Innovation (CDI), Wageningen University and Research Centre (WUR), dan diikuti oleh 51 peserta dari 21 negara.

27-7-16

Topik utama pelatihan diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat dengan lebih memperhatikan penggunaan pestisida, dan
  2. Pemahaman Integrated Pest Management (IPM) untuk meminimalisir pemanfaatan pestisida kimia dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjamin kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pada program pelatihan tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai teknis penggunaan pestisida di negara masing-masing, apakah sudah sesuai IPM atau belum dan bagaimana tentang keamanan pangannya. Selain itu, dilaksanakan kunjungan lapang ke beberapa pertanian lokal untuk melihat secara langsung aplikasi IPM kemudian digunakan sebagai bahan diskusi.

IPM menuntut pemahaman tidak hanya pada aspek teknis dari manajemen hama, tetapi juga efek yang mungkin ditimbulkan kepada petani dan lingkungan sekitarnya. Untuk penerapan IPM secara efektif dan berkelanjutan diperlukan dukungan kebijakan pemerintah dan lembaga lingkungan hidup.

Beberapa karakter dari IPM yaitu dilakukan secara multidisiplin ilmu, bertujuan untuk pencegahan dibandingkan dengan penyembuhan, dibutuhkan pengetahuan dan informasi secara intensif, hubungan antara pertanian dengan lingkungan, biodiversitas dan kesehatan manusia, diterapkan secara berkelanjutan, membutuhkan kerja secara berkelompok, membutuhkan pelatihan secara intensif, dan merupakan bagian dari Integral Crop Management (ICM).

Kebijakan untuk mendukung IPM di Netherland sendiri meliputi beberapa aspek diantaranya melalui:

  1. Penelitian yang berkelanjutan
  2. Pelatihan mengenai IPM kepada petani, pekerja maupun pedagang
  3. Pasar yang mendukung
  4. Partisipasi stakeholder dan kesepakatan antara pemerintah dan stakeholder
  5. Membuat undang-undang yang mengatur pelaksanaan IPM.

Penerapan IPM sangat penting untuk keamanan pangan. Diharapkan dari pelatihan ini masing-masing negara mampu menerapkan IPM dengan baik termasuk Indonesia.

RA