Berita » Makna Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI

Gambar 1. Kesiapan tim Balitkabi dalam mengikuti acara gebyar perbenihan.

Gambar 1. Kesiapan tim Balitkabi dalam mengikuti acara gebyar perbenihan.

Teriknya sinar matahari siang hari di Maros pada 23 Oktober 2018 tidak menyurutkan semangat para peserta acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI (GPTPN VI) untuk melihat dan mengamati penampilan varietas unggul baru (VUB) tanaman pangan yang didisplaikan pada areal seluas sekitar 7 ha pada lahan Balai Benih Tanaman Pangan dan Balai Proteksi Tanaman di Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Kemeriahan acara Gebyar Perbenihan kali ini dirasakan memiliki nuansa dan arti khusus karena pelaksanaannya bersamaan dengan Tahun Perbenihan 2018. Hal tersebut nampak dari tema yang diangkat, yakni “Melalui Gebyar Perbenihan Kita Lestarikan Plasma Nutfah dan Mendukung Kemandirian Industri Benih Nasional”.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel selaku Ketua Panitia, Ir. Hj. Fitriani, MP., GPTPN VI merupakan even nasional, yang tidak hanya sekedar mendisplaikan varietas-varietas unggul baru tanaman pangan, tetapi juga untuk membangun jejaring komunikasi antar pelaku perbenihan secara nasional. Ditegaskan juga bahwa penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari perhatian Pemerintah Pusat. Secara spesifik tujuan acara GPTPN VI adalah: (a) Mempertemukan kepentingan produsen dan konsumen benih, (b) Mensosialisasikan hasil-hasil teknologi perbenihan dan mempercepat pertukaran informasi dan teknologi perbenihan tanaman pangan terkini termasuk sarana dan prasarana pendukungnya kepada para pengguna, (c) Memfasilitasi Pengawas Benih Tanaman (PBT) sebagai media diskusi, koordinasi, komunikasi, dan konsultasi dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan, (d) Mendorong daerah yang memiliki potensi perbenihan tanaman pangan untuk memacu pengembangan usaha perbenihan, dan (e) Menarik minat investor untuk memanfaatkan peluang investasi dalam industri perbenihan tanaman pangan.

Fitriani juga menyampaikan bahwa secara umum Sulsel membutuhkan 33.005 ton benih padi, 6.000 ton benih jagung, dan 2.822 ton benih kedelai. Jumlah tersebut adalah untuk memenuhi 1.322.000 hektar lahan padi, 400.000 hektar lahan jagung, dan 70.550 hektar lahan kedelai. Kondisi tersebut, lanjutnya, memberi peluang bagi produsen benih untuk memperluas areal penangkaran guna meningkatkan produksi benihnya. Peluang lainnya adalah mendorong berkembangnya industri perbenihan di setiap kabupten.

GPTPN VI diikuti sekitar 2000 orang peserta dari 33 provinsi, disediakan display 105 varietas tanaman pangan, dan 100 stand pameran. Khusus display untuk tanaman Akabi Balitbangtan, pada acara ini ditampilkan tujuh varietas kedelai, enam varietas kacang hijau, tiga varietas kacang tanah, dan dua varietas ubi kayu. Beberapa momen dan suasana pada pembukaan acara disajikan pada Gambar 1–3. Antusiasme dan semangat seluruh anggota tim Balitkabi nampak jelas karena disadari bahwa GPTPN VI merupakan salah satu kegiatan penting dalam rangka diseminasi dan penderasan hasil-hasil penelitian Balitbangtan kepada pengguna, sesuai prinsip SDMC (Spectrum Diseminasi Multi Chanel).

Gambar 2. Panen padi simbolis oleh di area GPTPN VI oleh Gubernur Sulsel dan beberapa pejabat lainnya.

Gambar 2. Panen padi simbolis oleh di area GPTPN VI oleh Gubernur Sulsel dan beberapa pejabat lainnya.

Bupati Maros, Bpk. Ir. H. Muhammad Hatta Rahman, dalam sambutannya menyatakan sangat mendukung untuk tumbuhkembangnya industri perbenihan, mengingat kebutuhan benih tanaman pangan di wilayahnya cukup besar. Diyakini bahwa tumbuhkembangnya industri perbenihan tersebut sekaligus merupakan indikasi berkembangnya agroindustri dan agribisnis perbenihan di perdesaan, yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian, Dr. H. Andi Amran Sulaeman, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan (Dr. M. Takdir Mulyadi), saat ini penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,5%/tahun. Hal tersebut harus dipandang sebagai tantangan yakni terkait bagaimana memenuhi kebutuhan pangannya. Maka, strategi yang dilakukan adalah peningkatan produktivitas dan produksi pertanian melalui penggunaan varietas unggul baru (VUB) dengan benih bermutu tinggi. Di sinilah arti pentingnya acara GPTPN VI yang harus mampu mendorong tumbuhkembangnya industri perbenihan dalam rangka penyediaan benih bermutu dari VUB secara mencukupi, karena tidak dapat dipungkiri bahwa VUB dengan benih bermutu tinggi berkontribusi sangat besar untuk tercapainya produktivitas tanaman secara maksimal.

Hal lain yang disampaikan oleh Mentan adalah terkait Era Otonomi Daerah, dimana sebagian besar kewenangan Pusat telah diserahkan kepada Daerah. Maka, daerah perlu mengatur kembali alur produksi dan peredaran benih bersertifikat sehingga keluhan petani tentang kelambatan datangnya benih dapat diatasi Sebagai contoh, bagaimana peran Balai Benih dan BPSB dalam menyiapkan benih sumber menjadi benih sebar yang perlu lebih dioptimalkan. Mentan sangat mengharapkan agar Kepala Dinas Pertanian Provinsi dapat mengkoordinasikan stakeholder di wilayahnya guna mewujudkan “Mandiri Benih” di setiap wilayahnya. Secara khusus Mentan juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Sulsel karena telah memberikan perhatian besar terhadap terselenggaranya GPTPN VI ini. Menteri juga mengakui keberhasilan Lembaga Riset yang ada di Indonesia yang telah mampu menghasilkan sekitar 1.000 VUB tanaman, padi sektar 400 VUB, jagung sekitar 40 VUB, kedelai sekitar 95 VUB, kacang tanah sekitar 51 VUB, dan kacang hijau sekitar 26 VUB.

Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin Abdullah, pada arahannya menyampaikan antara lain: (a) Bangga Sulsel menjadi lumbung pangan nasional, (b) Perlunya dirancang Sulsel harus menjadi daerah yang sarat dengan inovasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani, (c) Mengapresiasi terselenggaranya acara GPTPN VI dan berharap agar kita semua dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari acara ini, dan (d) Sangat mengharapkan Sulsel mampu mandiri benih.

Gambar 3. Kunjungan Gubernur Sulsel ke stand pameran Balitkabi Balitbangtan (kiri) dan Suasana pelayanan kepada pengunjung stand Balitkabi.

Gambar 3. Kunjungan Gubernur Sulsel ke stand pameran Balitkabi Balitbangtan (kiri) dan Suasana pelayanan kepada pengunjung stand Balitkabi.

DH