Berita » Membangun Sinergi Riset

rba1

Sinergi riset diperlukan untuk mempercepat perolehan dan nilai tambah dari produk riset. Tanggal 28 Agustus 2018, tiga peneliti dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Teknologi Pengemasan Makanan Tradisional (Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam) Yogyakarta berkunjung ke PUI Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Kunjungan diterima oleh Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, didampingi oleh Dr. Rudi Iswanto (Kepala Seksi Pelayanan Teknis), B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom. (Kepala Seksi Jasa Penelitian), Rahmi Yulifianti, S.TP., Ayda Krisnawati, M.Sc., dan Dr. M. Muchlish Adie.

Kepala Balitkabi menyampaikan, saat ini, sinergisitas, menjadi tuntutan lembaga untuk mengoptimalkan produk risetnya. Makna sinergisitas, tidak hanya melaksanakan dan menghasilkan produk, namun juga diperlukan pada proses hilirisasi produk riset. Lebih lanjut disampaikan bahwa membranding produk riset, menjadi keharusan pada era saat ini.

BPTBA memiliki empat ruang lingkup kepenelitian yakni pangan, pakan, energi, dan kimia herbal. Produk kemasan untuk berbagai makanan tradisional telah banyak dihasilkan dan telah dikerjasamakan dengan UMKM, seperti mangut lele, gulai tuna, pindang patin, dan sebagainya. Balitkabi memiliki produk riset sangat banyak diantaranya varietas akabi dan berbagai produk olahan.

  • image
  • image

Peluang pengembangan makanan tradisional berbasis komoditas kedelai cukup banyak. Untuk mencitrakan nilai gizi dari produk olahan kedelai disepakati akan dilakukan sinergi riset untuk produk sari tempe dan tempe bacem yang dikemas dalam kaleng dengan menggunakan Varietas Detam 1 dan Devon 1. Kunjungan akan ditindaklanjuti dengan penyiapan penyusunan Kesepakatan Kerjasama. Semoga memberikan nilai tambah ekonomi kepada pengguna.

MMA