Berita » Manajemen Peneliti Harus Berubah

a.prof_djoko_2

Peneliti Balitkabi berkesempatan bertatap muka dengan Prof. Dr. Djoko Said Damardjati di Aula Balitkabi, 21 Mei 2013 dalam rangka memperkuat penelitian 2014 dan membangun pondasi penelitian pada periode 2015–2019.

Di era kurva kedua Badan Litbang Pertanian, Prof. Djoko mengangatkan kembali dua kata kunci penting yakni tag line (science, innovation, networks) dan manajemen korporasi. Dua kata kunci tersebut, harus tercerminkan dalam setiap proposal penelitian.

Evaluasi proposal penelitian 2014 yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian seminggu yang lalu, menurut Prof. Djoko, salah satu point evaluasinya adalah melihat ada tidaknya tag line dan manajemen korporasi baik di internal maupun eksternal Badan Litbang Pertanian. Tahun 2014 sebagai akhir masa RPTP 2009–2014, harus diramu apa yang bisa ditonjolkan oleh setiap RPTP. Penelitian 2014 juga harus tercerminkan program penelitian pada fase berikutnya yakni 2015–2019. Permasalahan dan perubahan lingkungan strategis harus mulai dikaji misalnya perubahan iklim, lahan marjinal dan sebagainya. Apalagi sekarang sedang disiapkan SIPP (Strategi Induk Pembangunan Pertanian), yang salah satu basisnya adalah menuju industrial. Berbagai strategi penelitian dan industri pertanian juga disampaikan dan dibandingkan dengan negara lain.

Pada akhir arahannya, dilanjutkan dengan diskusi dengan peneliti. Pak Djoko memesankan kembali bahwa di Indonesia yang paling tahu komoditas kabi adalah peneliti di Balitkabi, tidak ada peneliti lain yang lebih menguasai dibandingkan dengan peneliti Balitkabi di bidang kabi. Peneliti tugasnya adalah menghasilkan inovasi, dan tercapai/tidaknya misalnya swasembada kedelai, bukan urusan peneliti. Sekali lagi tugas utama peneliti adalah menghasilkan teknologi, jika teknologi tersebut diterapkan pada luasan tertentu, maka peluang swasembada kedelai akan tercapai. Dicontohkannya urutan cara berpikir yang logik. Lebih tegas lagi, disampaikan penelitian jarak tanam, dikaitkan dengan swasembada kedelai, di mana kaitannya, pertanyaan Pak Djoko. Sehubungan dengan networking, harus optimis bisa dilakukan, bukan masalah topdown, bukan masalah besarnya pendanaan, kuncinya adalah landasan ketulusan untuk melakukan networking.

Peneliti jangan menunggu ditanya, tetapi harus aktif memberikan informasi.

MMA/AW