Berita » Mari Dorong Petani Kacang Tanah Gunung Kidul Lebih Maju

k_tanah-gunung-kidul-diy_edt_1

Tidak hanya berjulukan kota pelajar dan kota budaya. DIY menyimpan potensi sebagai produsen kacang tanah, salah satunya di Kabupaten Gunung Kidul. Dengan 18 Kecamatan dan 144 desa, Kabuaten Gunung Kidul didominasi oleh lahan kering.  Walaupun demikian, jangan heran, Statistik Kabupaten Gunung Kidul menunjukkan rata-rata produksi kacang tanahnya tertulis 8,31 t/ha polong basah dan di salah satu kecamatan yakni Karang Mojo tertera 8,97 t/ha polong basah. Memang cukup tinggi, dibandingkan rata-rata produksi nasional.

Menelusuri Kabupaten Gunung Kidul, selain kedelai dan ubikayu, terhampar pertanaman kacang tanah menjelang panen. Balitkabi yang bertupoksi komoditas kacang tanah, telah lama melakukan penelitian di Kabupaten Gunung Kidul, uji varietas hingga penelitian komponen budidaya. Memasuki Kecamatan Karang Mojo, nyata terlihat jelas, hamparan kacang tanah, yang keragaannya bagus, dihiasi lalu-lalang gerobak dan sepeda mengangkut hasil panen kacang tanah.

Pak Adiwiyono, petani kacang tanah Gunung Kidul

Di Desa Beji Harjo, Pak Adiwiyono dan Pak Supiyo berceritra banyak tentang budidaya kacang tanah. Ketika ditanya Bapak menanam varietas apa, keduanya menjawab tidak tahu nama varietasnya, hanya disebut Lokal, tetapi keduanya mengenal nama varietas Gajah. Penampilan bentuk polongnya, yang disebut Lokal nampaknya mirip polong varietas Gajah. Dipancing mana yang lebih menguntungkan kacang tanah atau kedelai.  Pak Supiyo tidak menjawab langsung, hanya disampaikan dari sisi budidaya, perawatan kacang tanah lebih mudah dibandingkan kedelai, kendalanya jika saat panen tidak ada hujan, selain mencabut kacang tanah sulit, banyak polong yang tertinggal dalam tanah; hal ini merugikan sekali. Rata-rata hasil kacang tanah di sini antara 3,5 sampai 4 t/ha polong basah, lumayan hasilnya kata pak Adi.  Ditambahkan lagi, harga jual kacang tanah sekarang sekitar lima ribu per kg polong basah, dan penjualan kacang tanah tidak sulit. Tantangan bagi peneliti (1) Rata-rata hasil polong per ha di Gunung Kidul sangat tinggi, introduksi teknologi apa yang harus dilakukan, (2) Bagaimana dengan diseminasi varietas unggul, kenyataan petani belum terlalu tahu akan inovasi teknologi varietas terbaru.

Pak Supiyo, yang saat ini menjadi kooperator PTT kedelai, berharap sekali-kali Balitkabi dan BPTP melakukan uji coba varietas kacang tanah di daerahnya. Beliau tidak terlalu tahu varietas kacang tanah yang hasilnya tinggi, selama ini Pak Supiyo dan kawan petani umumnya hanya menanam varietas Lokal.

Informasi fresh from oven ini perlu kita perhatikan bersama lalu ditindaklanjuti segera, agar diseminasi hasil penelitian lebih cepat diadopsi petani, dan pada gilirannya meningkatkan produksi pertanian kita dengan lebih cepat.

Kacang tanah diantara pohon turi di Gunung Kidul