Berita » Martabat Bangsa Ada di Inovasi

Menteri Pertanian pada acara orasi Profesor Riset 15 Oktober 2018.

Menteri Pertanian pada acara orasi Profesor Riset 15 Oktober 2018.

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menyampaikan bahwa negara tidak dan sulit berkembang tanpa inovasi. Penegasan tersebut disampaikan pada orasi pengukuhan profesor riset, Dr. Ir. Muhammad Syakir, 15 Oktober 2018 di Bogor.

Inovasi tidak akan terlepas dari penuangan ide-ide besar. Ide hebat ada di tangan peneliti, baik di Balitbangtan, LIPI, perguruan tinggi, dan sebagainya. Dicontohkan, dulunya sudah tidak ada harapan tentang mekanisasi pertanian. Di tangan Balitbangtanlah, harapan ada dan tidak sia-sia. Beberapa alat mekanisasi yang telah dihasilkan saat ini, adalah contoh nyata. Bahkan tidak tanggung-tanggung, inovasi yang dihasilkan bermuatan local content > 90%. “Saya sangat menghargai peneliti yang berinovasi, saya upayakan royalti yang sangat layak bagi para inventor,” kata Amran. Balitbangtan telah mengharumkan negara ini. Ditegaskan oleh Mentan Amran, jangan lagi ada impor mesin pertanian. Lari mundurpun saya terima, apalagi lari maju.

Era ini juga membuktikan bahwa dulu kita impor jagung, sekarang bangsa ini telah mulai mengekspor jagung. Varietas jagung Nasa 29, karya Balitbangtan, telah membuktikan keperkasaannya, produksinya hingga 13,6 t/ha dengan bertongkol dua. Tantangan yang sama harus dibuktikan oleh komoditas lada. Selama ini kita kalah dengan negara lain. Penyebabnya karena kita kalah dalam penyiapan bibit yang berkualitas, menggunakan bibit seadanya. Kembalikan kejayaan rempah-rempah di negeri ini. Karenanya tahun 2020, targetkan kita menjadi no. 1 di dunia, di bidang perladaan.

Kemarin disampaikan, kita mengalami paceklik. Pendapat orang yang tidak mengerti pertanian. paceklik di negara ini adalah masa lalu. Memang air adalah kehidupan. Saatnya kita bermimpi besar.Kembalikan kejayaan rempah, lahan-lahan rawa optimalkan, dulu hanya bisa ditanami sekali, sekarang telah berubah. Manfaatkan seluruh air hujan yang ada, jangan disia-siakan. Potensi lahan rawa 30 juta ha, yang potensial untuk pertanian seluas 10 juta ha.

Pada akhir sambutannya, Mentan Amran menyampaikan, jika ingin kaya, jadilah peneliti. Raihlah royalti. Pernyataan Mentan mendapatkan tepuk tangan meriah.

Acara orasi pengukuhan profesor riset, Dr. Ir. Muhammad Syakir, 15 Oktober 2018 di Bogor.

Acara orasi pengukuhan profesor riset, Dr. Ir. Muhammad Syakir, 15 Oktober 2018 di Bogor.

MMA