Berita » Melatih Peneliti Muda Kuasai Analisis dan Penulisan Ilmiah

a-pelat_statistik_1

Penelitian harus antisipatif, menghasilkan jawaban inovatif untuk mengatasi masalah yang akan datang. Untuk tujuan itu maka kemampuan para peneliti memahami data dan mendayagunakan ilmu statistik (statistika) sebagai piranti analisis sangat menentukan keberhasilan menghasilkan inovasi baik ilmuatau teknologi. Hasil penelitian dan inovasi akan minim guna jika tak dikomunikasikan. Oleh karena itu kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian kepada calon pengguna juga merupakan keharusan. Untuk meraih tujuan itulah, Balitkabi melatih para peneliti yunior.

Pelatihan bertajuk “Peningkatan Kemampuan Peneliti dalam Menguasai Penggunaan Program Analisis Data dan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah”, diselenggarakan di Balitkabi, Senin hingga Rabu, 29 April hingga 1 Mei 2013, diikuti oleh 22 peneliti. Bertindak sebagai pemateri adalah pakar dan pengajar Statistika Univ Brawijaya,Prof. Dr. Ir. Henny Pramoedyo, M.S., dengan materi Penggunaan Program Analisis) dan Prof. Dr. Sumarno (dengan materi Penulisan Karya Ilmiah).


Sebelum masuk ke materi inti Prof. Henny mengingatkan kembali pengetahuan para peserta tentang Rancangan Percobaan (RAL, RAK, RBSL, observasi data sebelum analisis, Asumsi analisis ragam, data hilang, transformasi data, uji lanjutan) serta Analisis Regresi dan korelasi. Setelah diuraikan secara mendalam tentang statistika, para peserta berlatih menganalisis data menggunakan program analisis data Minitab 16.


Prof.Dr. Sumarno, yang mantan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa peneliti harus menulis ilmiah karena menulis ilmiah itu mudah. Namun, menulis ilmiah itu harus berbobot. Banyak hal yang disampaikan beliau tentang penulisan karya ilmiah baik tentang penulisan makalah primer maupun makalah review. Banyak hal ditanyakan kepada Pak Marno, yang memang pakar menulis baik untuk jurnal, pelatihan atau tulisan popular di media massa.


Yang lebih menarik, semua peserta diminta Prof Sumarno untuk menyerahkan tulisan yang semuanya dikoreksi, diperiksa, dan diberi catatan-catatan koreksi untuk peningkatan kualitas tulisan. “Sangat senang dikoreksi oleh ahlinya” tutur Dr Eriyanto sebelum penutupan.

Selamat menerapkan hasil pelatihan!

Wiwit/Yuni/AW