Berita » Melirik Sejarah Penas

Pekan Nasional (Penas) XV di Aceh telah berlalu. Peserta Penas Aceh maupun pengunjung pasti masih menyimpan kenangan gelar teknologi yang disajikan. Inovasi teknologi yang disajikan diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh petani nelayan Indonesia demi terwujudnya kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan, sesuai dengan tema yang diusung Penas XV.

img_3057

Sejarah Penas pasti tidak banyak yang mengetahui. Berawal dari Musyawarah Kontak Tani se-Jawa yang diselenggarakan di Lembang sekitar tahun 1970, disepakati untuk mengadakan pertemuan Petani Nelayan seluruh Indonesia. Ide tersebut mendapat dukungan dari Departemen Pertanian dan Pemuda Jawa Barat, sehingga terselenggaralah Penas I di Cihea, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tanggal 18–25 September 1971 dengan tema “Meningkatkan Peran Petani dalam Program Pembangunan Pertanian”.

Sejak tahun 1971 acara Penas rutin diselenggarakan meskipun tidak setiap tiga tahun. Acara Penas I di Cihea dihadiri oleh sekitar 445 orang dari 13 Provinsi dan pada Penas XV di Aceh kemarin yang hadir mencapai kurang lebih 50.000 peserta petani nelayan dari seluruh Indonesia. Penas yang akan datang rencana diselenggarakan di Sumatera Barat.

Tani dan nelayan merupakan mitra pemerintah dalam kegiatan pendampingan kelompok tani dan gapoktan menuju ke arah kelembagaan petani yang kuat dan mandiri. Penas KTNA merupakan ajang terbesar, sebagai bukti bahwa petani nelayan merupakan kekuatan bangsa yang tetap konsisten dan terus berupaya bersama pemerintah membangun kemandirian.

Jayalah Petani Nelayan Indonesia.

 

KN/AT

Sumber: Swadaya, Media Bisnis Pertanian Vol. 12 Edisi 69 Mei 2017