Berita » Menanamkan Pengetahuan Aneka Kacang dan Umbi pada Siswa TK

bahrululum_1

Sejumlah 80 siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (play grup) Bachrul Ulum Desa Karang Duren Pakisaji Kab. Malang berkunjung ke Balitkabi. Mereka yang dikawal oleh para Bundanya, diterima oleh Achmad Winarto, dan diajak tamasya ilmiah aneka kacang dan umbi ke beberapa objek penelitian untuk menunjukkan betapa sangat pentingnya peran pertanian.Anak-anak yang segar dan ceria tersebut diajak ke rumah kasa, diampirkan ke cold storage penyimpan plasma nutfah kacang-kacangan, dan ke sawah di KP Kendalpayak. Di sawah anak-anak diberi penjelasan tentang bentuk tanaman kacang hijau, kedelai, kacang tanah, ubijalar dan ubikayu serta koleksi aneka umbi.Pak Winarto memberikan penjelasan dengan bahasa anak-anak disertai contoh bentuk dan sosok tanaman, perbedaan antara tanaman kacang hijau, dan kedelai, dan kacang tanah. Juga ditunjukkan perbedaan sosok dan bagian-bagian tanaman ubijalar dan ubikayu.

Penjelasan yang diberikan juga didahului atau disisipi dengan pertanyaan sederhana agar anak-anak tertarik. Misalnya siapa yang suka tempe, tahu? Tempe itu dibuat dari apa? Baru setelah itu ditunjukkan sosok biji kedelai, polongnya, tanamannya, dan pertanaman di sawah. Demikian juga dengan kacang hijau dan kacang tanah.

Sebelumnya kepada mereka juga dijelaskan bahwa bahasa kita sangat kaya. Lebih kaya dari bahasa bangsa lain. Pak Win menjelaskan perubahan urutan nama padi. Saat anak-anak memegangi gabah yang sedang dikeringkan di lantai jemur KP Kendalpayak, dijelaskan nama dan perubahan bentuk dari tanaman padi menjadi gabah lalu menjadi beras dan nasi yang siap disantap anak-anak.


Penjelasan sederhana, dalam bahasa anak-anak dengan alur yang mengalir sesuai daya tangkap siswa, disertai contoh-contoh nyata di lapang, diharapkan menumbuhkan pengetahuan di memori anak-anak di usia dini tersebut. Dan, pada saat dewasa nanti pengetahuan itu membantu mereka menghargai betapa pentingnya pertanian dalam menjagapilar penyangga pangan bangsa kita.

AW