Berita » Membumikan Invensi menjadi Inovasi

rapat-rptp-18

Balitkabi sebagai salah satu lembaga riset di bawah Balitbangtan terus memperkuat kinerja penelitiannya. Penelitian dirancang dalam kurun lima tahunan dan tahun 2019 merupakan tahun terakhir dari periode penelitian 2015–2019. Untuk mempercepat perolehan invensi dan peluang menggerakkannya menjadi inovasi, tanggal 21–22 Mei 2018 bertempat di Balitkabi, dilakukan pembahasan dan pendalaman rencana penelitian tahun 2019 oleh Tim Reviewer Puslitbangtan yang terdiri dari Prof. Dr. Suyamto, Prof. Dr.Marwoto, Prof. Dr. Made Jana Mejaya dan Taufik Perdana, M.P.

Kepala Balitkabi, Dr. Yuliantoro Baliadi, menyampaikan bahwa pembahasan proposal yang dilakukan kali ini merupakan penajaman masa akhir dari RPTP 2015‒2019. Penajaman ini akan menjadi penciri capaian output untuk dihantarkan pada Renstra 2020‒2024. Sebelum dilakukan pendalaman untuk setiap proposal penelitian, diingatkan bahwa tahun 2019 merupakan tahun terakhir perjalanan siklus Renstra 2015–2019, sehingga rancangan penelitian 2019 difokuskan pada penuntasan untuk memperoleh output penelitian. Seharusnya output yang diperoleh harus semakin maju, harus jelas karakter yang diperbaiki (lompatan perbaikan), termasuk teknologi yang dihasilkan tahun 2019 harus lebih maju dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemajuan teknologi tersebut terukur secara kuantitatif dan diperlihatkan kronologi pencapaiannya.

bumi1

Hasil sebagai muara riset (bisa berupa biji ataupun umbi), sudah saatnya dipetakan, tidak lagi bersifat hasil tinggi, sedang, rendah, namun harus sudah mengarah pada kriteria ukuran yang jelas, bahkan bisa dikembangkan pada masing-masing agroekosistem. Pada lahan sawah, dicontohkan, kedelai hasil tinggi, berapa ton apakah 3 t/ha, 4 t/ha, atau >4 t/ha.

Pada tahun 2019, Balitkabi ditargetkan menghasilkan 4 varietas unggul akabi, 5 teknologi, sumberdaya genetik, benih sumber, dan karya tulis ilmiah. Produk output tersebut harus mampu menjawab penciri teknologi yang lebih maju dari tahun sebelumnya, juga menjadi pijakan untuk penyusunan Renstra 2020–2024.

Hal penting juga disampaikan oleh Tim Evaluator yaitu perlunya mengevaluasi Konsistensi Kinerja Teknologi. Banyak pengalaman produk riset yang telah dihasilkan selama ini pada saat diaplikasikan di lapang berbeda dengan deskripsi teknologinya. Perlu dipetakan dan dideskripsikan dimana teknologi tersebut diterapkan, sehingga hasilnya mendekati apa yang tertulis di deskripsi teknologi. Tantangan memang semakin berat dan beragam, dibutuhkan kinerja penelitian yang lebih maju.

AyK