Berita » Memperderas Pengembangan Detap 1

Detap 1 di KP Genteng MK2 2018.

Detap 1 di KP Genteng MK2 2018.

Balitkabi sebagai lembaga riset di bawah Balitbangtan telah berhasil melepas varietas kedelai Detap 1, kedelai tahan pecah polong. Kehilangan hasil akibat pecah polong memang menjadi salah satu permasalahan budidaya kedelai di berbagai sentra produksi kedelai di dunia, termasuk di Indonesia.

Detap 1, varietas kedelai tahan pecah polong, dirakit dengan menggunakan Anjasmoro sebagai sumber gen tahan pecah polong. Detap 1 memiliki ketahanan terhadap pecah polong serta ukuran biji setara dengan Anjasmoro tetapi umur masaknya lebih genjah dibandingkan dengan Anjasmoro. UPBS (Unit Pengelola Benih Sumber) Balitkabi, terus menggenjot produksi benih sumber beberapa varietas kedelai terbaru yang dihasilkan oleh Balitkabi, termasuk Detap 1. Hingga saat ini, telah didistribusikan sebanyak 724 kg benih Detap 1 kelas BS ke 16 provinsi. Untuk memperderas ketersediaan benih Detap 1, pada tahun 2018 terus diperkuat produksi benih Detap 1.

Keragaan Detap 1 di KP Genteng dan juga yang dilakukan di Mojokerto pada MK2 2018, memperlihatkan keragaan tanaman yang bagus. Kelemahan dari Detap 1 adalah peka terhadap penyakit virus daun, sepadan kepekaannya dengan tetuanya yaitu Anjasmoro. Pada daerah yang tidak endemik, ternyata Detap 1 mampu tumbuh optimal seperti yang terlihat pada pengembangan produksi benih di Nganjuk, Banyuwangi, dan Mojokerto. Tanaman tidak terindikasi terserang penyakit virus daun. Di KP Genteng tinggi tanamannya mencapai 60 cm dengan jumlah polong antara 40–50 polong/tanaman.

Dengan keunggulan Detap 1 yang selain tahan pecah polong, umur masaknya 78 hari dan ukuran bijinya sekitar 15 g/100 biji, berpeluang dikembangkan pada berbagai sentra produksi kedelai di Indonesia.

Detap 1 di Mojokerto dan Nganjuk.

Detap 1 di Mojokerto dan Nganjuk.

AyK