Berita » Melatih Penangkar, Memperkuat Perbenihan Kedelai Nasional

Benih unggul tidak hanya pembawa teknologi tetapi juga menjadi pengungkit produktivitas kedelai. Dalam rangka memperkuat perbenihan kedelai nasional, Balitbangtan menyelenggarakan Workshop Penguatan calon penangkar dalam memproduksi benih kedelai di Balitkabi pada tanggal 18–21 Mei 2015.

Workshop diikuti oleh calon penangkar dan pengelola UPBS yang berasal dari 12 provinsi yaitu NAD, Sumut, Sumsel, Jambi, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Kalsel, Sulsel dan Sulut berjumlah 50 peserta.Kepala Balitkabi pada pembukaan workshop menyampaikan bahwa Balitbangtan terus mendukung percepatan tercapainya swasembada padi, jagung, dan kedelai (PJK), yang salah satu dukungannya adalah memperkuat kompetensi calon penangkar.

Duabelas provinsi yang diundang merupakan lokasi mandiri benih kedelai, yang nantinya harus mampu menjadi perintis peningkatan produksi kedelai pada masing-masing provinsi. Sejak awal harus disiapkan komunikasi dan ke mana benih yang dihasillkan harus disalurkan.

Peserta workshop bersama Kepala Balitkabi dan Kepala Puslitbang TPPemateri workshop berasal dari peneliti Balitkabi, BPSB Jawa Timur dan lesson learned dari penangkar kedelai dari Blitar (Bapak Sugito). Sebanyak 15 topik bahasan disampaikan pada workshop tersebut meliputi faktor peningkat produksi kedelai, pengenalan varietas, aspek teknologi budidaya termasuk pengenalan hama dan penyakit, budidaya kedelai untuk prosuksi benih, pascapanen dan penyimpanan kedelai, tinjauan ekonomi terhadap usahatani kedelai untuk benih, serta proses sertifikasi benih kedelai.

Praktik lapang dan penyampaian materi workshopKepala Puslitbang TP, Dr. Made Jana Mejaya M.Sc, mewanti-wanti agar benih yang telah dihasilkan harus disalurkan semuanya. Pengalaman beberapa tahun yang lalu, karena masih lemahnya perencanaan dan komunikasi banyak benih kedelai yang tidak tersalurkan.

Sehebat apapun teknologi budidaya pada akhirnya akan tergantung dan ditentukan oleh kualitas benih. Apresiasi disampaikan oleh KaPuslitbang TP kepada peserta workshop, bahkan Kapuslitbang TP mendampingi peserta workshop saat melakukan praktik di lapang dan di UPBS Balitkabi.

Antusiasme peserta workshop sangat tinggi, diskusi pada setiap materi workshop sangat hidup. Kesuksesan penangkar kedelai menurut Bapak Sugito adalah harus cinta dan mencintai, baik kepada tanaman maupun kepada mitra, Implementasinya adalah bekerja keras, tidak mudah putus asa dan jujur. Sukses para penangkar kedelai.

22-5-15(2)a

22-5-15(2)b

MMA/AW