Berita » Mempertinggi Harkat Aneka Umbi

harkatLama diprediksi bahwa komoditas aneka umbi akan menjadi pengaman pangan masa depan. Kunjungan Albert Linton Charles, Ph.D, Direktur dari Department of Tropical Agriculture and International Cooperation, National Pingtung University of Science and Technology (NPUS) Taiwan, tanggal 30 Agustus 2018, ke Balitkabi. Nilai manfaat aneka umbi, bukan hanya sekedar sumber pangan, namun juga memiliki nilai lebih yang lain. Kunjungan tersebut didampingi oleh peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Dr. Eko Widodo) dan diterima langsung oleh Kepala Balitkabi, Dr. Yuliantoro Baliadi. Ikut hadir pada pertemuan tersebut adalah Kepala Seksi Jasa Penelitian (B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom.), Dr. Joko Susilo Utomo, Dr. Febria Cahya Indriani, Joko Restuono, S.P., dan Dr. M. Muchlish Adie.

Kepala Balitkabi menyampaikan ruang lingkup tupoksi dan capaian teknologi di bidang aneka umbi, dari varietas, teknologi budi daya hingga produk olahan yang berbasiskan aneka umbi. Dr. Albert yang memang memiliki perhatian lebih terhadap aneka umbi, menyatakan bahwa harkat aneka umbi harus ditingkatkan karena memang memiliki potensi ke arah tersebut. Berbagai senyawa bioaktif, peningkatan kadar protein, enzim-enzim inhibitor, menjadi fokus kegiatan penelitian di NPUS. Disampaikan lebih lanjut bahwa NPUS melalui international cooperation mengundang peneliti Balitkabi untuk bekerjasama melalui studi, posdoc, penelitian hingga scientific writing. Baik UB, Balitkabi maupun NPUS merasa perlu untuk melakukan sinergi. Kunjungan akan ditindaklanjuti dengan perencanaan sinergi antara Balitkabi – UB – NPUS.

Kunjungan NPUS dan UB ke Balitkabi.

Kunjungan NPUS dan UB ke Balitkabi.

Pada akhir kunjungan, Dr. Yuliantoro, menyarikan poin penting kunjungan yakni memposisikan website sebagai kebutuhan dunia, dan masyarakat harus mendapatkan asupan informasi yang utama dari lembaga penelitian atau perguruan tinggi. Menyimak paparan Dr. Albert, Dr. Yuliantoro mengingatkan juga bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat diperoleh dengan memberikan nilai pada produk lokal.

Jangan pelit menularkan dan menyampaikan ilmu pengetahuan, pesan Dr. Albert.

MMA