Berita » Mempertinggi Harkat Ubi Kayu sebagai Bahan Pangan dan Industri

Ubi kayu memang memiliki manfaat ganda, tidak hanya sebagai penyedia dan penyangga pangan, namun juga berperan penting sebagai penyedia berbagai bahan baku industri. Mengingat multifungsi tersebut, Badan Litbang Pertanian pada periode tahun 2021 – 2024 menetapkan kegiatan Program Prioritas Utama (PPU) yang dikemas dalam bentuk Riset Inovatif Kolaboratif (RIK), yang salah satunya untuk komoditas ubi kayu. Menindaklanjuti hal tersebut, beberapa waktu yang lalu, dilakukan “Penajaman Rencana Aksi dan Output PPU 07 Tahun 2021” secara daring. Dr. Ir. Haryono, M.Sc. selaku Ketua Tim “Coaching” mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan kebijakan peningkatan produksi pangan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan yang berada di bawah koordinasi BB Pascapanen ini juga melibatkan PSEKP, Puslitbang Tanaman Pangan, BB Biogen, BB Mektan, dan BPTP Jawa Barat. Sesuai dengan ranah RIK berpayung PPU, kegiatan ini mempunyai tiga tujuan utama, yakni meningkatkan produksi ketersediaan bahan baku ubi kayu, industri berbahan baku ubi kayu, dan perubahan pola makan berbasis beras ke ubi kayu. Balitkabi sendiri terlibat di tujuan pertama dan kedua, sehingga kegiatan utamanya adalah hilirisasi inovasi varietas dan teknologi budi daya unggul, inovasi produk olahan, serta model produksi benih/stek ubi kayu. Harapannya, petani ubi kayu yang saat ini menggunakan varietas Manggu sebagai varietas utama juga bisa mempunyai pilihan varietas lain yang memiliki keunggulan rendemen pati, produktivitas, dan juga citarasa.

Balitkabi telah bergerak di lapang yang berlokasi di salah sentra produksi ubikayu di Indonesia, yakni Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. menyampaikan progres kegiatan di lapangan (Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi) seluas 6 ha. Memanfaatkan Google Maps, telah dipetakan penempatan kegiatan yang disesuaikan dengan luas kebutuhan lahan. Saat ini sebagian lahan sudah diolah oleh petani kooperator, stek varietas ubi kayu sudah tiba di lokasi dan siap tanam, termasuk penyediaan saprodi yang diperlukan.

Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si., diawal pertemuan menyampaikan beberapa poin penting untuk dijadikan pegangan bersama. Kita sebuah tim yang pertama kali secara resmi diarahkan Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. bekerja dalam tim, seperti operasi militer. Ini inovasi bagus, penting kita niatkan bersama untuk memperoleh kemudahan. Di tahun pertama, hilirkan hasil-hasil penelitian dengan tingkat kesiapan teknologi (TKT) tinggi (7-8). Jangan banyak coba-coba di lapangan, kita bertempur di lapangan, bukan di laboratorium. Harga adalah utama di ubi kayu (bahan mentah – bentuk intermediate – akhir), berapa keuntungan diperoleh petani. Ciptakan end product berdaya saing tinggi. Produktivitas tinggi untuk turunkan input industri di bahan baku.

Balitkabi mengikuti koordinasi virtual tanggal 14 Januari 2021

Balitkabi mengikuti koordinasi virtual tanggal 14 Januari 2021

Lokasi kegiatan Balitkabi di Sukabumi

Lokasi kegiatan Balitkabi di Sukabumi

Benih/stek ubikayu siap tanam

Benih/stek ubikayu siap tanam

YB/KN