Berita » Mempertinggi Pemahaman SL-PTT Kedelai

upbs-upload5

Konon, terdapat 14 masalah penerapan SL-PTT kedelai di lapang. Dari benih yang tidak memenuhi EnamTepat, belum padunya pelaksana lapang; bahkan hingga pemahaman terhadap SL-PTT yang masih belum seia-sekata antarpelaksana. Padahal, kedelai ditargetkan untuk swasembada 2014 nanti; dan pendekatan SL-PTT dianggap yang paling mujarab untuk mengdongkrak pening­katan produksi kedelai nasional. Mempertinggi pemahaman terhadap SL-PTT memang diperlukan.  Badan Litbang Pertanian menugaskan Balitkabi untuk melakukan Pelatihan Peningkatan kemampuan petugas BPTP dalam pendampingan SL-PTT kedelai, di UMM Inn, 11 – 13 Oktober 2011. BPTP memang berposisi strategis, sebagai petugas pendamping dengan peran membantu pelaksanaan pelatihan Pemandu Lapang (PL) II dan III di daerah, sebagai nara sumber, dan penyiapan inovasi teknologi dalam bentuk leaflet, brosur dan lain-lain.  Tidak ada pilihan lagi, pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi budidaya kedelai bagi pendamping tersebut perlu ditingkatkan melalui pelatihan. Pelatihan tidak hanya dilakukan di kelas; juga dilakukan kunjungan lapang ke petak percontohan di KP Kendalpayak, dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan kedelai. Sebanyak 26 orang, berasal dari penyuluh/peneliti BPTP dari 17 Provinsi sentra kedelai, mengikuti pelatihan dengan serius. Seluruh Kepala KP lingkup Balitkabi; serta CPNS diundang untuk mengikuti pelatihan. Narasumber kompeten  menyampaikan sembilan materi pelatihan :

  1. Peran  Badan Litbang Pertanian dalam pendampingan SL-PTT.
  2. Filosofi pelaksanaan PTT kedelai
  3. Pengenalan varietas unggul dan produksi benih kedelai
  4. Budidaya kedelai spesifik lokasi
  5. Keharaan dan pemupukan pada tanaman kedelai
  6. Hama tanaman kedelai dan pengendaliannya
  7. Penyakit tanaman kedelai dan pengendaliannya
  8. Prosesing dan penyimpanan benih kedelai
  9. Analisis usahatani budidaya kedelai

Diskusi, kritik membangun, saran; disampaikan oleh peserta pelatiha n; karena memang pelatihan dikondisikan dari kita untuk kita, bersuasanakan kekeluargaan. Berbagai komentar misalnya banyak manfaat yang diperoleh dari pelatihan.  Ternyata tidak hanya BC ratio dan RC ratio untuk menganalisis usahatani kedelai saat mendengarkan paparan dari sisi Analisis Usahatani. Kerjasama dengan Balitkabi diperlukan, terutama dalam  pendampingan atau konsultasi yang berkelanjutan dalam pelaksanaan SL-PTT dan pembinaan.  Pendampingan oleh peneliti/penyuluh BPTP merasa kekurangan penyajian materi untuk pelatihan Pemandu Lapang (PL) II atau (PL) III di daerahnya.  Untuk itu pendampingan dari peneliti Balitkabi diharapkan dapat melakukan penyegaran materi materi SL-PTT kedelai terbaru.  Pencetakan buku-buku Pedoman Umum PTT, Identifikasi hama dan penyakit serta identifkasi tanaman kahat hara diharapkan BPTP bisa mencetak dan dibagikan kepada peneliti/penyuluh pendamping SL-PTT di daerah.  Balitkabi siap membantu pendampingan, benih untuk demplot varietas, materi penyuluhan dalam bentuk CD, Buku dan leaflet/brosur. Kunjungan lapang ke petak percontohan di KP Kendalpayak, juga menjadi lebih menarik.  Ragam umur tanaman kedelai dan ragam varietas yang ditanam, memberikan materi pembelajaran yang dinamis dan berarti.  Seusai diskusi umum, pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Balitkabi. Semoga pelatihan ini, mampu memberikan pencerahan bagi teman-teman BPTP. Selamat jalan; selamat bertugas.

Peserta pelatihan SL-PTT kedelai

Diskusi di lapang, di tengah tanaman kedelai

 

Acara penutupan