Berita » Menautkan Teknologi Akabi di Merauke – Papua

Foto bersama Rektor Unmus Merauke dan Kepala BPTP Papua.

Foto bersama Rektor Unmus Merauke dan Kepala BPTP Papua.

Bergabung dalam kelompok cendekia di Papua pada Seminar Nasional II (5 November 2018), membedah, menyamakan ritme pemikiran kelitbangan dengan dunia kampus adalah hal yang menarik dibarengi dengan keseriusan pemda setempat yang akan membawa Merauke menuju perubahan. Harapan tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Musamus (Unmus) Dr. Philipus Betaubun. Keberadaan Unmus dapat mewarnai pembangunan daerah khususnya di Merauke tambahnya.

Dr. Ir. Muhammad Thamrin, MSi mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian membedah dinamika pertanian menuju pertanian modern dengan capaian kinerja dan arah kebijakan ke depan. Landasan pemikiran yang cermat berorientasi masa depan akan semakin memperkokoh pertanian di Indonesia. Pada seminar tersebut Balitkabi berkontribusi tiga makalah dari 27 makalah yang diseminarkan. Satu makalah tentang potensi pengembangan ubi jalar di Papua, makalah kedua tentang SDG ubi kayu, dan makalah ketiga tentang potensi klon ubi jalar ungu dengan kadar antosianin dan kadar pati tinggi. Komoditas Akabi prospektif dikembangkan di kawasan Merauke, karakter sosial budaya setempat menempatkan komoditas Akabi pada posisi strategis berbasis pangan lokal.

Ubi jalar penyedia sumber karbohidrat yang tak terbantahkan. Bagi masyarakat Merauke, ubi jalar sudah tidak asing lagi sebagai bahan pangan yang mudah didapat. Komoditas yang dapat tumbuh pada berbagai elevasi mulai dataran rendah sampai pegunungan sangat strategis dikembangkan di Merauke. Stefanus salah satu petani ubi jalar yang sempat kami temui, saat ini dia tanam ubijalar Beta 1, Beta 2, dan Antin 3. Stefanus, seorang ayah yang telah sukses mengantarkan anaknya sampai lulus Sarjana dengan sahaja, berdiskusi, bercerita dan berbagi pengalaman. “Saya senang menanam ubi jalar Beta 1, Beta 2, dan Antin 3 karena tahan boleng,” katanya. Mendengar penjelasan tersebut tentunya kami sangat senang, berarti varietas ubi jalar dari Balitkabi sudah merambah di bagian ujung timur Papua. “Stefanus pernah menjadi kepala kampong dan sangat rajin bertani,” kata Sudarsono, Koordinator KP BPTP. Bahkan dia juga hadir mengikuti seminar di Unmus. Semangat yang luar biasa ada pada diri Stefanus, petani dari Merauke.

Bersama Bapak Stefanus (kiri) dan generasi muda Merauke (kanan).

Bersama Bapak Stefanus (kiri) dan generasi muda Merauke (kanan).

BSK