Berita ยป Mendukung PHT, Sudah Saatnya Biopestisida Diaplikasikan Secara Luas

Dengan keunggulan yang dimiliki, biopestisida sudah saatnya digunakan secara lebih luas untuk mendukung Pengendalian Hama Terpadu. Untuk itu Balitkabi menyelenggarakan gelar teknologi pengendalian OPT tanaman kacang-kacangan dengan biopestisida. Gelar, sebagai bentuk sosialisasi teknologi yang telah dirakit Balitkabi, dilaksanakan di Balitkabi Kamis (3/10).Hadir pada pertemuan ini adalah Dirjen Perlindungan Tanaman, Kepala Lab BPTPH dan lab PLPH seluruh Indonesia, Diperta Jombang yang terdiri dari Gapoktan, Kasie Proteksi, PPL, PPH, PHP wilayah Kecamatan Kepanjen, Kepala Lab PLPH Bojonegoro, Madiun, Jember, peneliti dan teknisi Balitkabi, dan Kepala Kebun lingkup Balitkabi dan Koordinator teknisi yang semuanya berjumlah kurang lebih 200 orang. Acara dibuka langsung oleh Kepala Balitkabi yang pada kesempatan ini diwakili oleh Prof. Arif Harsono.
Gelar teknologi menampilkan tujuh produk, yaitu virgra, bactag, ekstrak ageratum, biolec, trichol-8, lacer, dan ekstrak mimba. Virgra merupakan bioinsektisida SlNPV yang terbukti efektif mengendalikan ulat grayak Spodoptera litura, ulat pemakan daun Helicoverpa armigera, ulat jengkal Chrysodeixis chalcites, ulat penggulung daun Lamprosema indicata, ulat penggerek polong kedelai Etiella zinkenella, dan ulat penggerek polong kacang hijau Maruca testualis. Bactag merupakan produk fermentasi berbentuk cairan yang mengandung bioaktif bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens dengan konsentrasi sel 108 unit/ml. Agens hayati ini diaplikasikan untuk mengendalikan jamur tular tanah Rhizoctonia spp, Fusarium spp, Pythium spp, Phytophthora spp, dan patogen tular tanah lainnya. Ekstrak ageratum diperoleh dari maserasi gulma wedusan (Ageratum conyzoides). Ekstrak ini mengandung 21 polyoxygenated flavonoids yang efektif mengendalikan penyakit karat kacang tanah. Bio-lec berisi konidia cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii yang mampu mengendalikan hama kepik coklat Riptortus linearis, kepik hijau Nezara viridula, kepik hijau pucat Piezodorus hybneri, kutu kebul Bemisia tabaci, dan juga penyakit daun obligat karat daun Phakopsora pachyrhizi, embun tepung Microsphaera diffusa, dan downy mildew Perenospora manshurica. Trichol-8 mengandung bahan aktif jamur Trichoderma L-8. Jamur antagonis ini efektif untuk mengendalikan penyakit tular tanah pada kacang hijau seperti Phytophtora spp, Sclerotium rolfsii, Rhizoctonia solani, dan Colletothricum spp. Ekstrak mimba efektif untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman kedelai. Lacer merupakan minyak dari lengkuas yang diaplikasikan untuk mengendalikan penyakit bercak daun Cercospora canescens pada kacang hijau.
Ketujuh produk diaplikasikan pada masing-masing organisme sasaran. Bentuk nyata hasil aplikasi ditinjau pada acara kunjungan lapang yang dilangsungkan sekitar satu jam. Setelah itu, dilakukan pemaparan masing-masing produk di ruang seminar utama. Diskusi umum berlangsung secara interaktif, bahkan beberapa pertanyaan belum tertampung karena keterbatasan waktu. Namun demikian, diskusi tetap dilakukan seusai acara ditutup. Untuk mengakhiri acara dilakukan doa bersama.

Mw