Berita ยป Menduniakan Inovasi Balitbangtan

inovasi

Balitbangtan melalui inovasi sudah saatnya berkiprah ditataran internasional dan agenda tersebut sejak beberapa tahun terakhir memang menjadi agenda penting. Berbagai pertemuan ilmiah bertaraf internasional telah dilakukan oleh Balitbangtan, termasuk partisipasi peneliti pada berbagai ajang pertemuan ilmiah internasional. Demikian juga rintisan kerjasama dan partisipasi Balitbangtan pada berbagai kegiatan FAO sedang diaktifkan dan mulai dirintis. Pertemuan di Balitbangtan tanggal 22 Januari 2014, yang dipimpin oleh Kepala BB Mekanisasi Pertanian digodok hal-hal yang terkait dengan penguatan Balitbangtan pada program FAO. Kepala Balitbangtan mengarahkan sudah saatnya kita tidak hanya meminta, sudah saatnya memberi dan berkiprah di jajaran internasional, termasuk pada country member dari FAO. Corporate brand dari IAARD, tentu harus dipegang teguh sebagai bagian dari konstribusi global.


Disampaikan juga bahwa konstribusi Balitbangtan adalah teknologi sudah matang, yang harus mampu mengungkit peningkatan ekonomi dan ramah lingkungan. Model-model inovasi yang ditawarkan harus mampu men-drive kedua hal tersebut. Pada pertemuan telah dibahas berbagai draft awal topik inovasi untuk ditawarkan kepada FAO. Draft masih perlu dibahas pada tingkat Balitbangtan dengan melibatkan para tenaga ahlinya. Hal penting yang juga ditawarkan adalah Secondment FAO, yang meliputi berbagai aspek seperti alternatif penempatan SDM dari Balitbangtan di FAO, sekretariat ITPGRFA, dan cakupan departemen meliputi agriculture and consumer protection, economic and social development, serta natural resources management and environment. KRPL dan SPTLKIK merupakan sebagian topik yang akan diusulkan untuk dikerjasamakan dengan FAO. Disamping topic-topik yang sebelumnya telah diusulkan ke FAO yaitu Technology transfer of Crop-Livestock Integration: model development (training material for the farmers), Inter island distribution and transportation for fresh/perishable fruit/vegetable to reduce losses, Development of biodegradable packaging and utilization of biomass waste, Local Food fortification for combating malnutrition, dan Peatland. Belum terlihat usulan inovasi dari tanaman pangan (padi, jagung, kedelai). Inovasi tanaman pangan nampaknya perlu juga diusulkan.

MMA/EY