Berita » Menelisik Kembali Karakter Porang Madiun 1 di Tanah Kelahirannya

Peneliti porang Balitbangtan dan petani porang di Klangon, Madiun

Peneliti porang Balitbangtan dan petani porang di Klangon, Madiun

Madiun 1 merupakan varietas porang pertama yang dilepas di Indonesia. Penamaan porang Madiun 1 tidak terlepas dari tempat asal porang dibudidayakan, yaitu di Madiun, Jawa Timur. Bersama tim peneliti Puslitbangtan (Dr. Nuning Argo Subekti dan Rizky Prayogo Ramadhan, M.Si.), tim peneliti porang Balitkabi yang diwakili oleh Dr. Febria Cahya Indriani, Ratri Tri Hapsari, M.Si., Sutrisno, S.P., dan Siti Mutmaidah, S.P. serta PPL Klangon (Yoyok Triono), melakukan verifikasi karakter morfologi porang di Desa Klangon, Kabupaten Madiun, pada akhir bulan Maret 2021.

Saat observasi lapang, pertanaman porang di Klangon sudah mulai ripah. Ripah merupakan istilah yang sering disebut penduduk lokal untuk menunjukkan keadaan batang tanaman yang layu dan rebah di atas tanah saat proses fase vegetatif akhir, namun bukan dikarenakan kondisi terkena penyakit. Hal ini lumrah untuk tanaman porang, karena pada saat itu diduga energi tanaman terfokus pada pembesaran umbi di dalam tanah.

Secara morfologi, tanaman porang Madiun 1 yang ditanam dibawah tegakan konsisten menunjukkan ciri-ciri daun yang menjari, kisaran motif batang semu didominasi bentuk belah ketupat dengan beberapa garis terputus, dan permukaan bulbil/katak yang kasar (banyak terdapat bintil/tonjolan yang menyerupai tekstur kulit hewan katak). Motif batang semu tanaman porang sangat bergantung dari usia tanaman, semakin tua tanaman (masuk siklus ke-3), maka karakter motif batang akan semakin jelas.  Pengamatan morfologi dapat diamati saat tanaman berada pada masa vegetatif awal untuk daun dan batang, serta vegetatif akhir untuk permukaan bulbil/katak.

Karakter porang Madiun 1 lainnya yang menjadi pembeda adalah bentuk bunga yang menyerupai bentuk tombak, namun tidak runcing. Berbeda dengan tanaman umbi lainnya, porang memiliki siklus tanaman yang panjang. Untuk dapat melihat karakter bunga, dibutuhkan periode 3-4 siklus, artinya dibutuhkan waktu paling tidak 3-4 tahun secara konvensional hingga tanaman dapat berbunga.

Di tempat asalnya, porang hanya akan tumbuh ketika memasuki musim penghujan, dan akan mengalami dormansi (fase istirahat, namun tidak mati) pada musim kemarau. Pada bulan Oktober-November, kita dapat melihat banyak porang berbunga pada tanaman yang telah memasuki fase generatif. Pada saat tersebut, petani di Madiun dapat mulai memurnikan varietas Madiun 1 dari yang lainnya dengan cara mencabut umbinya.

Kegiatan verifikasi karakteristik morfologi porang Madiun 1 ini bertujuan untuk menjaga kemurnian varietas Madiun 1.  Dr. Nuning menyampaikan verifikasi akan dilakukan sampai ke tingkat DNA, hal ini bertujuan selain untuk menjaga kemurniannya, juga untuk melindungi varietas Madiun 1. Hasil pengamatan beberapa karakter menunjukkan karakter varietas Madiun 1 di Desa Klangon mempunyai karakter yang sama dengan karakteristik varietas Madiun 1 yang telah dilepas tahun 2020.  Hasil verifikasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi varietas Madiun 1 yang saat ini sudah tersebar luas di Indonesia.

RTH/FCI/STR/SMD

porang1 porang2
Motif batang semu porang Madiun 1 pada siklus ke-3
porang2 porang3 porang4
Bulbil/katak yang memiliki banyak bintil (kiri dan tengah) dan bintil sedikit/halus (kanan)