Berita » Menera Varietas Unggul Kedelai

Bincang santai petani kedelai di Tunggul Wulung, Pasuruan

Bincang santai petani kedelai di Tunggul Wulung, Pasuruan

Bincang santai di hamparan kedelai, bersama petani kedelai, selalu terselip informasi terbarukan. Tidak mengherankan karena kelompok tani yang ada di Desa Tunggul Wulung (Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur) pernah berprestasi dibidang kedelai tingkat nasional, dan mengantarkannya ke istana Presiden di Jakarta./

Beragam varietas unggul telah dicobanya, dan memang varietas kedelai Wilis masih menjadi primadonanya. Pertimbangannya, menurut Pak Ridwan, salah satu petani yang telah lama malang melintang mengelola kedelai, Wilis itu ‘ngepang’ (bercabang banyak) dan kuncinya adalah tahan rebah. Penuh semangat, Pak Ridwan melanjutkan penilaiannya terhadap varietas kedelai, Grobogan kurang cocok di sini, agak pendek tanamannya. Anjasmoro hasilnya tinggi namun gampang roboh, sehingga tidak disukai oleh petani. Disampaikan juga beberapa varietas kedelai yang lain sudah dicobanya juga. Pak Ridwanpun menanyakan apakah Detap 1 tahan rebah?.

Kunci sukses kedelai di lokasi ini, tanahnya tidak boleh masam (istilah petani setempat untuk kelembaban tinggi), lanjut Pak Ridwan. Sambil menunjukkan petakan kedelai yang berdampingan antara Detap 1 dan Wilis. Pak Gimin pemilik lahan yang ditanami Detap 1 mampu memperdalam saluran sehingga Detap 1 tumbuh bagus. Ungkap Pak Ridwan, menirukan pertanyaan petani lainnya, kenapa Detap 1 cepat tumbuhnya ?. Pengamatan petani juga tertuju pada populasi hama ulat grayak, yang konon pada kedelai berumur 15-30 hari populasinya cukup tinggi, dan Wilis peka terhadap hama tersebut, Menurut petani karena daun Wilis lebar dan lemas, sebaliknya Detap 1 agak kaku daunnya.

Tingkat kerebahan menjadi pertimbangan petani, karena di Tunggul Wulung, petani menanam kedelai dengan jarak antar baris cukup lebar antara 50-60 cm, didukung oleh tanah yang cukup subur, memungkinkan pembentukan polong menjadi optimal. Tahun ini (2020) Detap 1 yang pertama kali ditanam di Tunggul Wulung, masih memerlukan pembuktian lapang agar dapat diterima dan diminati petani.

Pertanaman kedelai varietas Detap 1 dan Wilis di Pasuruan ini akan panen dalam dua hingga dua setengah bulan ke depan. Semoga hasil panen ke dua varietas ini sesuai harapan, dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi nasional.

teraa1 tera2
Keragaan Detap 1 (kiri) dan Wilis (kanan) di Tunggul Wulung, Pasuruan, Agustus 2020

MMA