Berita » Menggugah Lahan Tidur Dengan Talas Satoimo

Dr. Joko Susilo Utomo (Kepala Balitkabi) didampingi Dr. Andriko Noto Susanto (Kapuslitbangtan) memanen talas Satoimo

Dr. Joko Susilo Utomo (Kepala Balitkabi) didampingi Dr. Andriko Noto Susanto (Kapuslitbangtan) memanen talas Satoimo.

Talas Satoimo yang lebih dikenal dengan talas Jepang termasuk tanaman umbi-umbian yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. Keunggulan talas Satoimo adalah dapat dibudidayakan di lahan terbuka maupun di bawah tegakan tanaman lain. Talas Satoimo mampu tumbuh ternaungi hingga 70% naungan.

Di Indonesia, budidaya talas Satoimo masih sangat terbatas. Karena keunggulan yang dimilikinya, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan membuat gebrakan menggugah lahan tidur dengan tanaman talas Satoimo yang ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

Tanggal 19 April 2017, Kabupaten Pinrang mengadakan acara “Tanam dan Panen Raya Talas Satoimo”. Kegiatan panen raya digagas oleh anggota DPR RI Komisi IV yaitu H. Jamaluddin Jafar Jerre, S.H., M.H. Acara dikemas dalam bentuk temu wicara dengan petani dan panen raya dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI Komisi IV Dr. Ir. Herman Khaeron, M.Si.

Segenap jajaran yang ikut menghadiri kegiatan tersebut adalah Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian RI, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kepala Balitkabi, Kepala Balitsereal, Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Selatan, Direktur OPP Bulog Pusat, Ketua DPRD, Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Kapolres Kabupaten Pinrang. Disamping itu juga dihadiri oleh Rektor Umpar Pare Pare, Direktur Politeknik dan Dandim 1404 Pinrang serta Danyonif 721 Makasar.

Dalam sambutannya, Ketua DPR RI Komisi IV menyatakan dukungannya terhadap program pengembangan talas Satoimo di Indonesia guna menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Selain panen raya, juga dilakukan penyerahan bantuan benih Satoimo secara simbolis kepada ketua kelompok tani dari 12 kecamatan se-Kabupaten Pinrang, dilanjutkan dengan tanam perdana talas Satoimo oleh Dr. Ir. Herman Khaeron, M.Si.

Kepala Balitkabi Dr. Joko Susilo Utomo dan peneliti Joko Restuono, S.P. menghadiri acara tersebut karena Balitkabi merupakan lembaga penelitian yang memiliki mandat meneliti tanaman aneka umbi termasuk talas. Balitkabi telah melakukan penelitian talas Satoimo sejak tahun 2015 bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Talas Satoimo mempunyai potensi hasil yang tinggi hingga 10 ton/ha.

Tanaman talas Satoimo tumpang sari dengan jagung

Tanaman talas Satoimo tumpang sari dengan jagung.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. menginstruksikan Balitkabi untuk segera mengusulkan talas Satoimo sebagai varietas di Indonesia, dengan mengikuti aturan yang berlaku mengingat talas Satoimo merupakan hasil introduksi dari Jepang.

JR