Berita ยป Menghasilkan Benih Bengkuang ala Petani

pachyrhizusBengkuang (Pachyrhizus erosus (L) Urban) bukan tanaman asli Indonesia, diduga berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah bagian Utara. Saat ini bengkuang telah dibudidayakan oleh petani di Indonesia dan memberikan pendapatan yang cukup tinggi. Sentra bengkuang terluas di Indonesia berada di Jateng, Jatim, Sumbar, dan Jabar.

Salah satu permasalahan pengembangan budi daya bengkuang adalah ketersediaan dan kualitas benih. Belum ada produsen benih bengkuang yang tersertifikasi. Sebagian besar petani bengkuang menyiapkan benih sendiri, yang berasal dari tanaman musim sebelumnya. Umumnya bengkuang dibudidayakan di lahan kering (tegal) dan ditanam pada awal musim penghujan. Kecuali di Jombang, sebagai salah satu sentra bengkuang di Jatim, bengkuang ditanam di lahan sawah, dengan pertimbangan nilai keuntungan bengkuang adalah lebih tinggi dibandingkan dengan menanam padi.

Produksi benih bengkuang diawali dengan cara memanen polong bengkuang, yang umumnya masih berwarna hijau namun telah mengalami proses pengisian biji penuh. Polong yang telah terkumpul, dilayukan dengan cara diangin-anginkan hingga kulit polong berubah warna menjadi hitam.

Penyimpanan polong dan benih bengkuang.

Penyimpanan polong dan benih bengkuang.

Bagi pedagang benih bengkuang, polong yang telah kering dibijikan dan disimpan dalam karung. Beberapa petani yang menyiapkan benih sendiri, polong yang telah dilayukan dan warna polongnya telah hitam, diikat dan disimpan di para-para. Dengan cara demikian, menurut petani, polong yang disimpan mendekati setahun, masih memiliki vigor benih yang cukup tinggi. Kuncinya menurut petani, polong yang baru dipanen dari lapang jangan langsung dijemur di bawah sinar matahari. Harga benih bengkuang berkisar antara Rp. 100.000โ€“150.000 per kg. Penyiapan sendiri benih bengkuang, selain akan mengefisiensikan biaya juga akan diperoleh benih dengan kualitas tinggi.

AyK