Berita » Mengikuti Temu Lapang Budidaya Kacang Tanah di Bundaberg-Kingaroy-Australia

21-australia-2

Pengantar:

Dalam rangka kerja sama dengan beberapa lembaga penelitian internasional, beberapa staf peneliti Balitkabi mendapat kesempatan mengikuti kunjungan ke luar negeri. Hal ini selain untuk mempererat kerjasama, juga bertujuan kaji-banding di bidang riset. Salah satu staf yang mendapat kesempatan tersebut adalah Ir. Abdullah Taufiq, M.P. Pak Taufiq mendapat kesempatan ke Australia, pada 19-29 Maret 2012, atas biaya dari proyek ACIAR fase ke-2. Berikut laporan pertama yang disampaikan beliau.

Saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Australia dari tanggal 19-29 Maret 2012 atas biaya dari proyek ACIAR fase ke-2. Pada tanggal 20 Maret 2012, saya mendapat kesempatan mengikuti acara temu lapang budidaya kacang tanah.

 

 

 

Materi temu lapang

  1. Penelitian strategi pemupukan kalsium pada kacang tanah. Dalam penelitian ini diuji dua macam bahan kapur (kapur kalsit dan gypsum), lima macam dosis, dan tiga varietas kacang tanah. Pada lahan masam petani mengunakan kapur untuk meningkatkan pH tanah dari 4-5 menjadi 6,5. Selain memberikan kapur, petani juga menambah dengan pupuk sumber Ca (misalnya gypsum). Fokus dari temu lapang adalah untuk menunjukkan dan meyakinkan petani akan dosis kalsium (Ca) yang optimum, bila pengapuran sudah dilakukan apakah masih diperlukan tambahan pupuk sumber Ca, apakah ada beda dosis Ca optimal antara kacang tanah yang berbiji besar dengan yang berbiji lebih kecil.
  2. Penelitian uji galur harapan kacang tanah berumur genjah. Kacang tanah yang umumnya ditanam petani berumur panen 140-160 hari, galur kacang tanah yang akan dilepas jadi varietas baru dikategorikan berumur panen ultra genjah (105-120 hari). Fokus dalam temu lapang adalah menunjukkan kepada petani tentang calon varietas baru yang berumur ultra genjah (untuk ukuran Australia) dengan hasil sama dan bahkan lebih tinggi. Selain itu, sebelum galur harapan dilepas, ingin mendapat tanggapan dan masukan dari petani/pengguna tentang terhadap varietas tersebut. Jika ditemukan beberapa kekurangan, maka akan diperbaiki lagi.
  3. Penelitian uji galur harapan kacang tanah toleran penyakit tular tanah. Penyakit tular tanah yang banyak menyerang terutama disebabkan oleh jamur. Varietas yang ada sekarang ini tidak toleran penyakit tersebut dan menyebabkan penurunan hasil yang menyebabkan petani enggan dan ragu menanam kacang tanah. Fokus temu lapang adalah ingin menunjukkan kepada petani bahwa akan ada calon varietas yang toleran penyakit tersebut, dan sekaligus ingin mendapat masukan/tanggapan dari petani tentang galur yang akan dilepas jadi varietas baru.
  4. Penelitian pengolahan tanah untuk kacang tanah pada lahan bekas tanaman tebu. Fokus temu lapang dalam penelitian ini adalah ingin menunjukkan kepada petani bahwa pengolahan minimum untuk kacang tanah pada lahan bekas tanaman tebu dapat diterapkan. Keraguan petani dalam hal pengolahan minimum adalah bahwa untuk pemanenan tebu mereka menggunakan alat yang sangat besar dan tanah bekas ban alat tersebut sangat padat, sehingga apakah hasil kacang tanah bisa tinggi dengan pengolahan minimum.

 

Pelaksanaan temu lapang

Petani yang diundang sebanyak 40 orang berasal dari daerah di sekitar areal penelitian, mereka dijemput dengan bus. Mereka langsung diajak ke lapang untuk melihat percobaan. Sebelum mereka mengamati, peneliti menjelaskan apa yang akan mereka lihat. Diskusi langsung dilakukan di lapang. Seperti halnya di Indonedia, ada petani yang aktif dan ada pula yang cuek (ngobrol sendiri dan tidak mendengarkan penjelasan). Karena petaninya pintar dan kritis, maka penjelasan yang diberikan harus ilmiah, sangat rasional, dan sistematis, bahkan soal lay out perlakuan pun dipertanyakan kesahihannya oleh petani. Jadi jawaban “berpengaruh nyata” itu tidak bisa diterima petani bila penempatan perlakuan dianggap tidak fair, demikian juga letak petak ulangannya. Dalam diskusi di lapang, peneliti lain bisa ikut bertanya, selain mereka ingin tahu, juga untuk memberi wawasan tentang hal-hal yang barangkali tidak terpikirkan oleh petani. Setelah pertemuan intensif di lapang, dilanjutkan dengan pertemuan di ruangan, dan dipresentasikan isu-isu terkini. Dalam pertemuan ini dipresentasikan prediksi iklim tahun 2012, program pemuliaan kacang tanah ke depan. Setelah pertemuan ditutup, mereka tidak segera pulang tetapi bertukar-pikiran lagi dengan sesama petani dan juga industri.



Para peneliti memberikan penjelasan di lapang kepada petani(kiri) dan petani mendengarkan dengan seksama penjelasan dari peneliti (kanan).

Pelajaran dari pelaksanaan temu lapang di Australia

  1. Peserta temu lapang tidak harus banyak, tapi harus orang yang akan menggunakan/menerapkan materi yang di-temulapang-kan.
  2. Teknologi hasil penelitian, berupa teknik budidaya maupun calon varietas perlu dilihat secara nyata keragaannya di lapang dalam skala luas oleh pengguna untuk mendapatkan tanggapan dan umpan-balik sehingga bila teknologi tersebut direkomendasikan dapat langsung diterima pengguna.
  3. Temu lapang dilaksanakan oleh peneliti masing-masing.

 

Pertanaman percobaan pengapuran (salah satu materi temu lapang) gambar kiri dan calon varietas unggul baru kacang tanah yang berumur ultra genjah (105-120 hari) gambar kanan.

Alat pemanen kacang tanah milik perusahaan perkebunan tebu, kapasitas 40 ton polong basah sehari (5-6 ha).