Berita » Mengintip Sukses Program Siwab di Jawa Timur

Gambar 1. Mentan RI saat memberikan sambutan pada acara Kontes Ternak dan Panen Pedet di Puspa Agro, Sidoarjo, 28 Oktober 2018.

Gambar 1. Mentan RI saat memberikan sambutan pada acara Kontes Ternak dan Panen Pedet di Puspa Agro, Sidoarjo, 28 Oktober 2018.

Jawa Timur ternyata bukan saja sebagai Provinsi sentra produksi padi, jagung, kedelai (Pajale) dan komoditas lainnya, tetapi juga sebagai sentra ternak sapi di Indonesia. Bahkan, dengan kata yang lebih populer dinyatakan “Jatim sebagai lumbung nasional hasil peternakan”. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Heru Cahyono, dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Timur pada acara puncak “Kontes Ternak dan Panen Pedet” tingkat Provinsi Jawa Timur di Pasar Induk Agribisnis Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur, hari Minggu 28 Oktober 2018. Tema acara kali ini adalah: “Dengan Peningkatan Populasi Ternak, Menuju Lumbung Pangan dunia” (Gambar 1). Kontes Ternak kali ini bertujuan memberikan motivasi dan apresiasi kepada peternak atas prestasi yang telah diraih, sedangkan panen pedet merupakan unjuk kerja para peternak, selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil usaha peternak, utamanya dari IB (Inseminasi Buatan). Menurut Setda, secara umum acara ini pada dasarnya merupakan wahana promosi dan penyampaian informasi terkait hasil pembangunan khususnya bidang peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Timur.

Acara Pembukaan Kontes Ternak dan Panen Pedet kali ini sangat meriah, dihadiri sekitar 3.000 peserta. Pada acara ini berbagai jenis dan bangsa sapi dikonteskan, termasuk Sapi bangsa Belgiun Blue (Gambar 2). Sapi bangsa Belgian Blue diharapkan menjadi sapi masa depan Indonesia. Anak sapi Belgian Bule juga telah lahir di Indonesia, kini berumur 1 tahun dengan bobot sekitar 1 ton dan diberi nama Gatutkaca. Pada acara panen pedet tahun 2018 ini dihadirkan sebanyak 2.000 ekor pedet yang berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Timur; 30 ekor pedet unggul milik PT. Santosa Agrindo, 7 ekor pedet sapi Gatutkaca, dan 2 ekor sapi Jaliteng (Jawa Bali Banteng) yang merupakan persilangan antara Sapi Bali betina dan Banteng jantan yang berasal dari Hutan Baluran. Selain itu juga ditampilkan 50 stand pameran dari Instansi Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, FAO, Koperasi, dan Perusahaan Swasta bidang Peternakan.

Pada awal sambutannya, Menteri Pertanian, Dr. H. Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa saat ini beliau dalam kondisi cukup lelah karena kurang istirahat sehingga kondisi kesehatan beliau “kurang fit”. Namun demikian, hal tersebut hilang (sembuh) seketika setelah menyaksikan keberhasilan pembangunan, khususnya SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) dan hasil-hasil pembangunan bidang peternakan lainnya di Jawa Timur. Betapa tidak, lanjut Amran, Jawa Timur telah mencatat berbagai sukses yang membanggakan, misalnya, ekspor domba dan kambing ke Malaysia yang mampu menggantikan posisi Australia, ekspor obat-obatan hewan ke 82 negara, ekspor ayam, telor, dan produk-produk turunannya ke Jepang, dan bahkan Negara Dubai sudah bersepakat akan mengimpor domba dari Jawa Timur.

Amran juga menyatakan bahwa saat ini kita sudah swasembada protein, karena kita sudah ekspor protein. “Jawa Timur luar biasa”, lanjut Amran, karena tercatat kelahiran sapi sebanyak 1,3 juta ekor/tahun. Maka, apabila ada 5 provinsi lainnya seperti Jatim, tidak perlu dikhawatirkan mengenai pemenuhan kebutuhan daging dan protein untuk masyarakat Indonesia. Dalam lanjutan sambutannya, Amran menyampaikan bahwa 3 tahun yang lalu populasi sapi kita 13 juta ekor dan saat ini telah mencpai 16,8 juta ekor. Selain itu, selama 4 tahun terakhir, ekspor dari sektor pertanian kita naik 24%, berasal dari 460 jenis komoditas pertanian. Pada tahun 2017, nilai ekspor pertanian Indosesia sebesar US$33,05 miliar, meningkat US$ 4,98 miliar atau naik 17,74% dibanding tahun 2015 sebesar US$ 28,05 miliar. Bahkan, pada tahun 2018, berdasarkan data sampai bulan Agustus bahwa ekspor pertanian Indonesia telah mencapai US$ 19,38 miliar dimana salah satunya adalah kontribusi dari ekspor jagung sebesar 290 ribu ton ke Philipina.

Atas capaian-capaian tersebut di atas, Amran berkesimpulan bahwa program Kementerian Pertanian sudah berjalan secara benar, dan beliau sangat optimis bahwa tercapainya kedaulatan pangan bagi Indonesia akan menjadi kenyataan dalam waktu tidak terlalu lama. Oleh karena itu, atas nama Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian sangat mengapresiasi semangat serta kerja keras dan kerja ikhlas petani (termasuk peternak dan nelayan Indonesia) dalam mendukung keberhasilan program-program Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045 dan juga terwujudnya cita-cita luhur para pendahulu kita, yakni tercapainya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD ’45.

Pada acara Kontes Ternak dan Panen Pedet Tingkat Provinsi Jawa Timur kali ini juga diberikan penghargaan/hadiah bagi peternak yang telah berhasil dalam pengelolaan sapi calon indukan, antara lain : Juara 1 Pemilik Calon Indukan Sapi Perah diraih peternak dari Kabupaten Jombang dan Juara 1 Pemilik Calon Indukan Sapi Madura diraih peternak dari Pamekasan.

Kepala Lolit Sapi Potong Grati-Pasuruan, Dr. Dicky Pamungkas, menyatakan bahwa brangkasan berupa hijauan dan/atau limbah tanaman aneka kacang sangat potensial sebagai bahan pakan penunjang bagi ternak, termasuk sapi. Bahkan, menurut Dicky, pakan dari brangkasan tanaman aneka kacang mengandung senyawa vito-estrogen yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan libido ternak jantan.

Gambar 2. Contoh sapi bangsa Belgian Blue dengan potensi bobot 2 ton.

Gambar 2. Contoh sapi bangsa Belgian Blue dengan potensi bobot 2 ton.

DH