Berita » Mentan Tantang Generasi Muda menjadi Petani Milenial Kaya melalui Mekanisasi

milenialMenteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, kembali menggedor dada generasi muda, di depan anak-anak SLTA yang juga hadir saat Launching Teknologi Mekanisasi Pertanian Modern Mendukung Revolusi Industri 4.0 di Balai Besar Mekanisasi Pertanian Serpong. Tetap garang namun tegas, Mentan menantikan jawaban pasti dari anak-anak muda tersebut. Itulah ciri Mentan di era Presiden Jokowi.

Diawali cerita fakta, Amran sampaikan bahwa mustahil pertanian Indonesia bisa bersaing dengan negara Jepang, Korea, Taiwan, dan Thailand tanpa mekanisasi. Siswa siswi diajak menyimak data berikut, dengan menggunakan alat mesin panen dan alat mesin tanam dulunya petani keluarkan biaya empat juta rupiah, sekarang cukup dua juta rupiah saja, artinya baru menggunakan dua alsin saja sudah berhemat Rp. 32 Triliun dengan basis luas lahan Indonesia 16 juta hektar.

Para siswa tampak mengangguk-anggukkan kepala menyimak paparan sang Mentan. Amran yang selalu dekat dengan petani dan anak-anak muda menambahkan, di Indonesia matahari bersinar 12 bulan, sedangkan di negara subtropis hanya 6 bulan. “Jadi seharusnya kita yang menjadi negara pengekspor bukannya mereka,” kata Amran. “Apalagi lahan kita subur, juga teknologi kita tidak kalah kok” imbuhnya, sambil menunjuk beberapa alsintan yang baru dilaunching seperti: autonomous tractor, smart irigasi, mesin penanam tebu, jarwo riding transplanter dan lainnya. Ini merupakan indoktrinasi jaman now. “Saat ini bisa bertani sambil pegang hp,” kelakar Amran, sambil tertawa. Di masa mendatang seluruh air hujan bisa ditampung dan dimanfaatkan sebelum menuju lautan. Di Jerman, air direcycle sebanyak 40 kali sebelum menuju laut.

Contoh-contoh keberhasilan lainnya, di Kab. Penajam Pasir Utara, Kalimantan Timur, dengan dibantu 300 unit alsintan, lahan seluas 25 ribu ha sudah bisa tanam 2‒3 kali/tahun. Dari lahan rawa pasang surut di Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga tahun ini sudah tercetak 50 ribu ha sawah. “Dari tiga puluh juta ha lahan pasang surut, 10 juta ha potensial saat ini bila dikelola dan bisa hasilkan 150 juta ton beras. Ini cukup untuk memberi makan penduduk negara Asia Tenggara,” kata Amran berdasarkan analisis hitung cepatnya, yang merupakan salah satu keahlian Mentan.

Diakhir gedor dada, disampaikan hingga saat ini sebanyak 300 ribu pemuda sudah turun ke sawah Indonesia dan diberikan dukungan alsintan. Semoga semakin banyak generasi muda yang dipatrikan dan ditanamkan jiwa wirausaha petaninya.

Untuk Petani dan Pertanian, Amran Selalu Berani di Depan….

milenial

YB