Berita » Menyeminarkan Varietas Kedelai Hitam Terbaru

Nilai ekonomi kedelai hitam tidak hanya untuk bahan baku kecap dan olahan pangan lainnya, tetapi juga prospektif sebagai untuk kesehatan manusia karena kandungan antioksidannya khususnya antioksidan, yang konon berpotensi sebagai agen antitumor dan senyawa pencegah penyakit kardiovaskular. Mewartakan varietas kedelai hitam terbaru maka pemulia kedelai Balitkabi, Muchlish Adie, menyampaikan seminar tentang Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida: varietas kedelai hitam berumur super genjah dan toleran kekeringan fase reproduktif; di aula Puslitbangtan Bogor, 24 Oktober 2013.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah tujuh varietas kedelai hitam dengan umur masak antara 82–95 hari, dan belum ada varietas kedelai hitam berumur genjah (<80 hari). Uji daya hasil yang dilakukan di 16 sentra produksi kedelai, hasil Detam 3 Prida mencapai 2,88 t/ha, lebih tinggi dibandingkan hasil biji Detam 1 (2,66 t/ha) maupun Mallika (2,46 t/ha). Sedangkan hasil biji Detam 4 Prida adalah 2,54 t/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan Mallika. Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida masing-masing dapat dipanen pada umur 75 dan 76 hari, artinya kedua varietas tersebut menjadi varietas kedelai hitam pertama di Indonesia yang berumur masak genjah. Detam 4 Prida toleran terhadap kekurangan air hingga 50% dari air tersedia. Toleransinya disebabkan oleh sistem perakaran yang baik dan mampu mengekstrak air lebih banyak pada kondisi kekurangan air, efisien dalam penggunaan air dan partisi fotosintat ke biji tinggi. Rendemen kecap dari Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida masing-masing adalah 834.85% dan 811.80%, sedangkan rendemen kecap Detam 1 adalah 910.25% dan Mallika sebesar 842.45%. Uji sensoris menunjukkan kecap yang dihasilkannya berkategori disukai oleh panelis. Antusiasme peserta seminar cukup baik dalam mendiskusikan kedelai hitam ternasuk dari kalangan penyuluh dan media massa, dari nilai ekonomi kedelai berumur genjah, reaksi ketahanan terhadap hama penyakit, penyebab varietas yang baru toleran kekeringan hingga prospek pengembangan Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida. Disampaikan oleh Pak Muchlish bahwa peneliti Badan Litbang Pertanian telah bekerja sangat bagus dan telah banyak menghasilkan produk, tetapi titik lemahnya adalah tidak mampu membungkus temuannya menjadi menarik bagi pebisnis. Tugas lain dari inventor yang mulai harus dibenahi.
MMA/AW