Berita » Menyiapkan Benih, Menyongsong Peningkatan Produksi Kedelai

Komitmen peningkatan produksi kedelai tahun 2014 (Swasembada kedelai) memerlukan aksi dan gerakan nyata di lapang. Balitbangtan melalui UPBSnya yang ada di Balitkabi, menyongsongnya dengan gerakan cepat melakukan produksi benih kedelai kelas BD (foundation seed, FS), yang sebagian dilakukan di Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi.Produksi benih kedelai BD seluas 15 ha sebabagian besar adalah varietas Anjasmoro, dan sebagian kecil untuk produksi benih varietas Burangrang dan Argomulyo. Pengalaman beberapa tahun terakhir, permintaan benih sumber Anjasmoro adalah yang paling banyak, mengindikasikan penyebaran varietas tersebut cukup luas, yang berarti pula paling banyak diminati pengguna. Keragaan tanaman produksi benih BD sangat bagus, yang dilakukan di lahan tegal di lahan Perhutani, sebagian dilakukan dibawah tegakan jati muda, dan sebagian lahan lahan penanaman baru di Perhutani, dan seluas 4 ha dilakukan di lahan sawah.

Produksi benih kedelai BD di bawah tegakan jati muda

Produksi benih kedelai BD di lahan penanaman baru milik PerhutaniUPBS yang ada di Balitkabi telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam memproduksi benih kedelai dengan ruang lingkup Benih Penjenis (BP) dan BD, artinya produksi benih kelas BD dapat dilakukan sertifikasi mandiri oleh UPBS. Stadia produksi benih kedelai di Banyuwangi berada dalam fase berbunga. Untuk terus meningkatkan komitmen terhadap mutu, kegiatan rouging benih BD dilakukan secara intensif, dilakukan 6-8 Januari 2014, dengan melibatkan 6 pemulia dari Balitkabi ditambah dengan 5 teknisi andalan dari KP Genteng. Tatacara rouging dilakukan berbasiskan plant-to-plant selection. Metode tersebut sebenarnya dilakukan untuk produksi benih penjenis, tetapi juga diterapkan untuk produksi benih BD, tujuannya adalah untuk menjaga mutu benih sumber berkualitas tinggi. Performa tanaman di lapang, tidak hanya terlihat bagus dari sisi pertumbuhan tanaman yang optimal, tetapi juga dicerminka oleh terkendalinya gulma, yang populasi gulmanya sangat sedikit, hama terkendali secara optimal, dan yang penting adalah tingkat tanaman tipe simpangnya (off-type) juga sangat sedikit. Jika dalam 1 ha bisa menghasilkan benih kedelai 1.5 t/ha, paling tidak akan tersedia sebanyak 22.5 benih kedelai kelas BD, yang siap untuk memperkuat peningkatan produksi kedelai pada tahun ini, tahun 2014. Semoga pertanaman yang sangat baik ini, tetap terjaga dan menghasilkan benih BD berkualitas tinggi.MMA/AW